
Lingga, Radar Kepri – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga, Syarifah Riva Wartety Anugrah, mendapat sorotan tajam dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga.
Ia dinilai tidak profesional dan bersikap tertutup, Rabu (10/06/2026).
Keluhan ini mencuat lantaran hingga hari ini, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Desember 2025 dan gaji ke-13 belum juga dicairkan.
Kondisi ini membuat sejumlah ASN mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan operasional keluarga.
”Jujur, kami merasa tersiksa. Gaji dan TPP itu yang kami harapkan untuk biaya hidup dan keperluan sekolah anak. Kepala BPKAD mungkin ekonominya mapan, tapi kami sangat bergantung pada TPP tersebut,” ujar salah seorang ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan melalui sambungan telepon.
Sumber tersebut juga mengaku heran, sebab keterlambatan pencairan diduga tidak terjadi secara merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
”Sementara untuk di internal BPKAD sendiri, gaji ke-13 dan TPP sudah dicairkan. Bahkan, untuk jabatan tertentu yang jarang masuk kantor pun, haknya dicairkan secara penuh,” ungkapnya dengan nada kesal.
Lebih lanjut, sumber tersebut menduga bahwa sikap tertutup Syarifah Riva Wartety Anugrah dikarenakan kedekatannya dengan Bupati Lingga, M. Nizar, S.Sos.
”Plt Kepala BPKAD itu terkesan sombong karena merasa dekat dengan Bupati. Jangankan dengan kami, dengan wartawan yang merupakan mitra pemerintah saja beliau sangat tertutup,” tambahnya.
Terkait keluhan tersebut, hingga berita ini ditayangkan, Plt Kepala BPKAD Lingga telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (10/06/2026), namun belum memberikan tanggapan atau memilih bungkam.
Menanggapi situasi ini, para ASN mendesak Bupati Lingga untuk segera mengevaluasi kinerja Plt Kepala BPKAD Lingga, karena dinilai kurang memahami tugas dan tanggung jawab pokoknya sebagai pengelola keuangan daerah. (Aliasar)






