Kadis Perindagkop Lingga Dikonfirmasi Bungkam Terkait Kasus Sentra IKM Sagu Senilai Belasan Miliar

Kantor Kejari Daek Lingga.

Lingga, Radar Kepri — Kelanjutan kasus pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Sagu di Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus memantik sorotan publik.

Pasalnya, jajaran pejabat terkait memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai potensi proses hukum yang menjerat proyek tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik, hingga kini belum memberikan tanggapan. Konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (23/07/2026) terkait kesiapannya menghadapi pemanggilan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak direspons sama sekali alias bungkam.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Sentra IKM Sagu, Zafrinaldi alias Jab. Saat dikonfirmasi mengenai kesiapan dirinya jika sewaktu-waktu dipanggil oleh pihak penyidik, ia memilih untuk tidak berkomentar.

 

Langkah Penegak Hukum

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga melalui Kasi Intelijen saat dikonfirmasi mengenai status penanganan kasus ini menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Proyek pembangunan Sentra IKM Sagu sendiri diketahui menelan anggaran fantastis mencapai belasan miliar rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024, dan baru selesai dikerjakan pada tahun 2025 lalu.

Secara konseptual, pembangunan Sentra IKM Sagu ini sejatinya bertujuan mulia, yakni untuk mendongkrak taraf perekonomian masyarakat lokal melalui optimalisasi potensi sagu daerah.

Kendati demikian, hingga pertengahan tahun 2026, kondisi di lapangan justru memprihatinkan.

Bangunan fisik beserta seluruh fasilitas dan peralatan di dalamnya terpantau terbengkalai serta belum dapat difungsikan oleh warga setempat.

Masyarakat Desa Musai mengecam keras kondisi tersebut. Mereka menyayangkan anggaran negara yang begitu besar digelontorkan, namun berujung pada proyek mangkrak yang sama sekali tidak memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Dugaan Penyimpangan

Besarnya anggaran yang terserap menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.

Sejumlah pihak menduga adanya indikasi lemahnya perencanaan sejak awal, atau bahkan unsur kelalaian dan kendala teknis yang sengaja dibiarkan.

Akibatnya, uang negara senilai belasan miliar rupiah terkesan habis sia-sia tanpa hasil yang optimal.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi lanjutan terus dilakukan oleh tim redaksi kepada pihak-pihak terkait lainnya demi berimbangnya informasi. (Aliasar)

Pos terkait