Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan skema tanggap darurat dengan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari TNI, Polri, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan, di bawah koordinasi Sekda Lingga.
“Banjir rob ini rutin terjadi setiap tahun. Yang membedakan hanya ketinggiannya. Tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu—puncaknya tanggal 9 kemarin mencapai 2,7 meter. Beruntung, curah hujan tidak terlalu tinggi sehingga air relatif cepat surut,” ujar Oktanius.
Terkait penyaluran bantuan, BPBD mengikuti arahan Bupati Lingga. Setiap desa dan kecamatan telah ditetapkan sebagai titik kumpul dengan skema distribusi bantuan yang sistematis, sehingga alokasi logistik dapat disalurkan secara adil dan merata.
Oktanius memastikan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Lingga sudah berada pada level optimal. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng banjir rob meski merupakan bencana tahunan.
“Masyarakat harus tetap waspada. Jangan lengah,” tegasnya.
BPBD Lingga juga mengimbau warga untuk selalu memantau informasi resmi melalui media sosial BPBD Lingga dan BMKG Dabo, guna mengikuti perkembangan cuaca terkini dan potensi cuaca ekstrem yang belakangan ini meningkat.