
Lingga,Radar Kepri –Meskipun telah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, H. Armia disebut-sebut masih belum sepenuhnya melepas keterlibatannya dalam urusan internal Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lingga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber tersebut, Armia tetap aktif mengatur berbagai program kerja hingga persoalan anggaran di Disdik, bahkan setelah menduduki jabatan baru sebagai Sekda.“Walaupun kini menjabat Sekda, Pak Armia masih mengatur banyak urusan di Dinas Pendidikan, termasuk pada beberapa OPD lain di bawah kepemimpinan Bupati M. Nizar,” ujar sumber tersebut.
Bupati Dianggap Tak Berdaya
Sumber itu juga menilai Bupati Lingga, M. Nizar, S.Sos, terkesan tidak mampu menolak kebijakan yang diambil Armia. Hubungan keluarga antara keduanya disebut menjadi salah satu faktor.“Pak Bupati sulit membantah kebijakan Pak Armia. Untuk urusan mutasi pun, bila Pak Armia menginstruksikan pindah, ya pindah. Tidak ada yang berani membantah,” lanjut sumber itu.
Dua Pejabat Disebut Paling Ditakuti

Masih dari sumber yang sama, selain bupati, terdapat dua figur yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam dinamika birokrasi Lingga, yakni Sekda H. Armia dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lingga, Safaruddin.
Keduanya bahkan disebut tetap memiliki posisi kuat meski sempat berurusan dengan aparat penegak hukum.“Mereka pernah dipanggil aparat, tetapi kasusnya tidak berlanjut ke pengadilan. Mereka tetap orang yang sangat berpengaruh,” kata sumber tersebut.
Riwayat Pemanggilan Hukum
Armia sebelumnya sempat dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri terkait dugaan kasus korupsi. Hingga kini, penanganan perkara tersebut masih berjalan.
Sementara itu, Safaruddin juga dikabarkan pernah terseret persoalan hukum, namun belum ada informasi resmi mengenai pemanggilan terbaru dari aparat di daerah.
Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus diupayakan oleh redaksi Radar Kepri untuk memastikan keberimbangan informasi.
(Aliasar)







