' '
| | 1.397 kali dibaca

BC Gencar Gelar Operasi, Beking Penyeludup Ancam Balas Dendam

Kantor DJBC Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sepak terjang Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) yang bermarkas di Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Membuat para penyuludup alias “penjahat” ekonomi di Provinsi Kepri, terutama dalang penyeludup yang selama ini barang bawaanya “lolos” dari jerat hukum gerah.

Beberapa “pemain” besar penyeludup ini bahkan berencana membalas dendam atas aksi main tangkap DJBC Tanjungbalai Karimun ini, dengan mencari-cari kesalahan pejabat di DJBC Tanjungbalai Karimun.”Kita mau hantam (baca, cari penyakit, red) kepala BC itu.”sebut sumber media ini.

Dalam catatan media ini, terdapat beberapa penangkapan oleh DJBC Tanjungbalai Karimun, dimana para dalang penyeludup itu, selama ini selalu lolos. Pada Minggu 10 Maret 2013 lalu, Kapal Patroli BC 1105 DJBC Tanjungbalai Karimun menangkap KM Citra Agung yang bermuatan 4000 karung beras dan 500 karung gula pasir asal Thailand, spare part dan mesin truk bekas serta tiga motor besar dari Singapura ke wilayah kepabeananTanjung Balai Karimun. Kapal ini ditangkap di perairan Selat Gelam, Pulau Karimun Besar, Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri, tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Penyeludupan motor besar merek ternama Harley Davidson ini, berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Kepri merupakan penyelundupan yang keempat kalinya. Sebelumnya sudah tiga kali berhasil “lolos” dari Patroli DJBC Tanjungbalai Karimun.

Sebelumnya, pada Kamis 21 Maret 2013, DJBC Tanjungbalai Karimun dibawah kepemimpinan Ir Hary Budi Wicaksono juga telah menangkap dan mengamankan KM Dian Monalisa 89 GT 296 yang berlayar dari Singapura menuju Tanjungpinang. KM Dian Monalisa 89 GT 296 membawa muatan yang tidak sesuai dengan manivest. Dalam manivest hanya tercantum produk makanan dan minuman. Namun setelah petugas DJBC memeriksa. Didalam lambung kapal, petugas menemukan ribuan karung beras, barang bekas, bawang merah dan bawang putih, totalnya 130 karung. Semuanya dari Singapura dan tidak ada di dalam mavnifest. Saat ini kapal berikut muatannya dibawa ke Tanjungbalai Karimun untuk diproses lebih lanjut.

Terkait adanya informasi akan adanya aksi “balas dendam” dari dalang penyeludupan dengan mencari-cari kesalahan Kakanwil DJBC Tanjungbalai Karimun, HB Wicaksono yang dikonfirmasi media ini melalui pesan singkat via ponselnya, Kamis (11/04). Belum menjawab, meskipun konfirmasi via pesan singkat itu menyatakan delivered (terkirim).

Masyarakat berharap DJBC dan seluruh aparat BCdi Kepri tidak gentar dan ciut nyalinya atas gertakan “biang” penjahat ekonomi itu.”Kalau bisa aparat BC lebih gencar lagi menggelar operasi. Terutama pada kapal dari luar yang masuk ke wilayah laut Kepri ini. Karena, tidak tertutup kemungkinan, dalam kapal itu terdapat narkotika dan bahan berbahaya seperti material pembuat bom.”sebut Bahar, seorang warga Tanjungpinang yang dijumpai Radar Kepri pada Kamis (11/04) di Tanjungpinang.

Namun, disisi lain Bahar menyayangkan belum adanya “beking” penyeludup yang diseret ke pengadilan.”Selama ini yang sampai ke pengadilan, hanya nahkoda, ABK dan KKM. Belum ada dalang dan pemilik kapal yang disidangkan. Padahal, jika BC mau mengusut, para dalang penyuludup itu bisa dijerat dengan mengenakan UU Tindak pidana pencucian uang.”ujarnya.(irfan).

Ditulis Oleh Pada Kam 11 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek