; charset=UTF-8" /> Awas !!! Buah Impor Beracun Serbu Kepri | ';

| | 1,038 kali dibaca

Awas !!! Buah Impor Beracun Serbu Kepri

buah impor beracun dijual bebas di Tanjungpinang, berita di Karimuntodya.com edisi 1 Februari 2013

Berbagai jenis buah impor, seperti jeruk, apel, anggur, pir, duku, durian dan Lengkeng diduga mengandung formalin yang berbahaya bagi tubuh.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Menjelang Tahun Baru Lebaran Imlek aktifitas penyeludupan meningkat,terutama jenis Buah-buahan separti,Sangkis,Duku,apel, lengkeng, pearl anggur, sangkuang dan minuman jenis Beer. Aparat terkait seperti,Bea dan Cukai,TNI AL, Pol Airud, Syahbandar,dan Karantina Pertanian, terkesan tutup mata.

Penelusuran media ini dilapangan pada Kamis (24/01) diperairan depan Pulau Bayan tepatnya dibengkel Kombet, Kampung Bugis, Kapal MV Cinta Indomas GT 68No 1008 GGa terlihat sedang membongkar muatan yang berisi buah-buahan jenis duku. Padahal kapal tersebut melayari rute Tanjungpinang-Malaysia yang berarti buah duku tersebut berasal dari negeri jiran. Selama buah impor itu diturunkan dari palka kapal untuk dipindahkan ke boat pancung yang menunggu di laut, tidak terlihat satu orang-pun petugas dari instansi berwenang mengawasi, terutama dari Karantina yang paling berkompeten.

Informasi yang dihimpun media ini, lancarnya aktifitas penyeludupan buah impor ini karena diduga dibeking oleh seorang toke, bernama Juling Hok, seorang warga keturunan yang bermukim di seputar Plntar KUD, Tanjungpinang. Dikabarkan. Juling Hok ini telah berhasil “menjinakkan” seluruh aparat penegak hukum, sehingga dia berani dan dengan leluasa menyeludupkan buah impor dari Malaysia dan Singapura. Padahal, dari aktifitas illegal ini, keuangan Negara berpotensi dirugikan hampir ratusan juta setiap harinya.

Menyikapi maraknya “serbuan” buah impor illegal dari luar negeri ini, Mawardi Cagau, ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Kota Tanjungpinang dijumpai Radar Kepri di kedai Kopi Pelangi, di Akau Potong Lembu, Kamis (24/01) mengatakan.”Bukan hanya Negara yang dirugikan oleh penyeludupan buah impor tersebut. Para pedagang kaki lima yang menjual buah dari petani lokal juga dirugikan, karena untuk mendatangkan buah dari Batam atau dari Pekanbaru, kami dikenakan biaya oleh Karantina.”kata Cagau.

Masih menurut Mawardi Cagau, aparat terkait seharusnya bertindak tegas, karena beberapa waktu lalu buah impor itu ternyata beracun.”Tapi sampai hari ini pedagang dan penyeludup buah impor tersebut tidak diproses”herannya.
Selain adanya unsur racun, disinyalir, sebagian besar buah impor tersebut juga mengandung formalin, bahan pengawet yang biasa diperguankan untuk mengawetkan jenazah. Indikasi ini terlihat dengan masih terlihat segarnya buah-buahan itu setelah menempuh perjalanan jauh dan lama. Rata-rata perlu 15 hari, minimal untuk sampai ke Indonesia buah-buah impor tersebut. Padahal, jika tanpa pengawet, maksimal 3 hari buah-buahan tersebut telah membusuk secara alami. Apalagi dalam situasi cuaca musin penghujan ini, buah-buahan yang telah matang semakin cepat membusuk jika tidak diberi pengawet (formalin).

Formalin dalam dosis rendah masih bisa dan mampu di netralisir tubuh, namun jika formalin  dalam dosis tinggi formalin sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa, luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia. Dampak formalin pada kesehatan manusia, dapat bersifat akut, memiliki efek pada kesehatan manusia langsung terlihat. Sepert iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing

Dampak kronis formalin, memiliki efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang, seperti iritasi parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi. Dan dapat menyebabkan kanker pada manusia. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Apabila formalin terhirup dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru Efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang. Gangguan head dan kemandulan pada perempuan Kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak
Apabila terkena mata dapat menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gatal-gatal, penglihatan kabur, dan mengeluarkan air mata. Bila merupakan bahan beronsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata

Apabila tertelan, maka mulut,tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi ( tekanan darah rendah ), kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas, system susunan saraf pusat dan ginjal.
Mengingat dampak formalin yang fatal tersebut, Mawardi Cagau menghimbau agar aparat terkait bertindak tegas. Kemudian masyarakat diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi buah-buah impor tersebut.(asr/red)

Ditulis Oleh Pada Ming 10 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek