Smansa A Melaju ke Final Usai Kalahkan Binut

Tim SMANSA A dan Tim Binut yang bertanding memperebutkan tiket ke final.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Permainan cantik 2 tim, yang masuk semi final Smansa A dan Smansa Binut. Berakhir dengan kemenangan tin basker SMANS A dan melenggang ke partai final.
Dari awal quarter Smansa binut berusaha mendominasi pertarungan. Sang kapten, Andres, mengeluarkan kemampuannya dengan leluasa. Berbeda saat menghadapi tim Skansa, William lebih banyak berperan.
Namun menghadapi Smansa A, sang kapten bertubuh imut ini mendominasi timnya.
Sempat memimpin perolehan poin, semakin menambah kepercayaan diri tim besutan Eko Kurniawan.
Saat interval babak pertama, poin berada pada posisi 11-7 untuk keunggulan Binut.
Sayang, poin tersebut tidak bertahan lama.
Chen Ping Jui alias ping-ping kembali menunjukan kebintangannya.

Perannya menjadi pendulang poin kembali berfungsi berbanding jauh saat tim ini menghadapi tim Pembangunan A.
Walau didera cidera, bintang Popda ini bermain lepas. Predikat pemain terbaik pada helatan Smansa Cup II, ia buktikan dengan kualitas bermainnya.
Poin demi poin yang berhasil didulang tim Smansa A menjadikan kedudukan sama kuat 13 sama hingga quarter pertama berakhir.
Keunggulan lain tim Smansa A, skill individu yang hampir pukul rata menjadikan tim ini bisa melakukan rotasi pemain dengan leluasa.
Selain itu tim ini memiliki bintang-bintang Popda yang sudah tentu sudah teruji kemampuannya. Seperti Raymond Andilsim, Wilsen, Jason, Elvern, Edward Apriadi, Fernando dan tentunya Chen Ping Jui.
Tim ini yang digabung dengan beberapa personil sekolah lain membawa Tanjungpinang diposisi ke-3 dalam kejuaraan pekan olahraga daerah (popda) beberapa waktu lalu di Lingga.
Pertarungan dua tim ini dipimpin 2 wasit perbasi, Nardi dan Rudi.
Tidak kalah menarik untuk diulas, dikubu Smansa Binut pun memiliki bintang Popda walau tidak sebanding dengan yang dimiliki Smansa A. Diantaranya Jose Timothy, Powel dan William.
3 bintang popda ini memang memiliki skill lebih dibanding rekan-rekan setimnya.
Namun entah apa yang terjadi, William terlihat kurang bersemangat. Padahal saat menghadapi Skansa atlet bertubuh tambun ini mampu menjadi top skor bagi timnya.
Terus melesat, tim Smansa A berhasil meninggalkan jauh perolehan poin.
Rotasi pemain yang silih berganti menjadikan tim ini fres dengan stamina
Pada posisi poin 15-13, Chen Ping Jui diistirahatkan.
Pada quarter kedua bintang Popda, Elvern membalas shot three poin dari Smansa Binut atas nama Jose Timothy.
Sayangnya ditim Binut jarang terjadi rotasi. 5 bintang Smansa Binut, Andres, Powel, Jose Timothy dan Novriadi terus di pertahankan hingga akhir pertarungan.
Karuniko Alim, yang juga dalam masa pemulihan cidera sempat dimainkan beberapa saat. Namun ia kembali duduk. Remaja imut-imut ini tidak sempat menunjukkan performnya lebih lama.
Memasuki quarter 3, permainan 5 bintang Smansa Binut mulai kendur, yang menjadikan Smansa A kian leluasa menyerang pertahanan Binut. Poin demi poin yang tercipta kian merentangkan jarak. Ricky, menyusul rekannya Elveren melakukan shot three poin. Dengan manisnya remaja berambut ombak ini melakukan tembakan.
Menjadikan kedudukan poin 47-27.
Alhasil Binut tidak berani ambil resiko, kembali 5 pemainnya yang dari quarter pertama bertarung dimainkan lagi.
Tentu saja tenaga yang sudah terkuras menurunkan perform wakil Bintan tersebut.
Quarter 3, rifaldo kembali menghujam ring Binut dengan tembakan 3 poinnya.
Walau gemuruh suporter tim Smansa tak sedasyat saat berlaga melawan Pemba, tetapi tim Smansa tetap memberikan perlawanan maksimal.
Sedangkan dikubu Binut tidak mau menyerah terus mengejar poin. Sang kapten Andres pun membalas three poin Rifaldo.
Namun perjuangan tim Binut patut diancungin jempol, walau tim ini harus menyerah kalah ditangan Smansa A dengan skor 63-47. Sang pelatih, Eko, usai tanding mengaku ada rasa kecewa atas kekalahan skuad asuhannya.
Tetapi dibalik rasa kecewa tersebut terselip rasa bangga karena timnya mampu memberikan perlawanan yang berarti bagi tim sekelas Smansa A.
“Kalau kecewa, saya ada rasa kecewa. Tetapi saya sekaligus bangga, anak- anak bisa memberikan perlawanan yang berarti melawan tim yang levelnya sudah jauh diatas kami”,akunya.
Pria bertubuh jangkung ini juga mengakui keunggulan skill tim Smansa A yang hampir rata. Sehingga memungkinkan untuk terus melakukan rotasi yang tentu saja berpengaruh pada stamina.
“Kami harus akui skill tim Smansa hampir sama ya, jadi sangat memungkinkan untuk dilakukan pergantian pemain. Sedangkan kami yang memiliki skill itu terbatas jadi kami terpaksa memainkan pemain yang itu-itu saja.
Dengan hasil ini, tim binut akan bertemu dengan tim yang akan bermain besok, antara Smanda atau Smanpat. “Kami harus juara paling tidak juara 3”, harap Karuniko Alim.
Saat disapa apakah mereka kecewa dengan hasil laga kontra Smansa dengan kompak mereka mengatakan ‘ngak sih, biasa saja.(lanni)

Pos terkait