Remaja Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Keluarga Laporkan Dua Oknum TNI dan Karyawan Tempat Hiburan ke Aparat

THM Hang Out di Dompak.

Tanjungpinang, Radar Kepri – Seorang remaja di bawah umur diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan dua oknum anggota TNI dan sejumlah karyawan tempat hiburan malam Hang Out di Tanjungpinang. Kasus ini, kini telah dilaporkan ke Polisi Militer (PM) dan Polres Tanjungpinang untuk ditindaklanjuti.

Peristiwa tersebut mencuat setelah beredar rekaman video dan foto kondisi korban yang diterima sejumlah media. Dalam dokumentasi itu, korban terlihat mengalami luka di bagian wajah dan mata yang tampak memar.

Pihak keluarga menyebut korban tidak hanya mengalami dugaan penganiayaan fisik, tetapi juga mendapat ancaman yang membuatnya mengalami trauma berat pasca kejadian.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polisi Militer Tanjungpinang dan Polres Tanjungpinang. Dua orang yang kami laporkan berinisial P dan R, yang menurut informasi keluarga merupakan oknum anggota TNI. Kami berharap laporan ini diproses secara profesional dan transparan sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah seorang anggota keluarga korban kepada wartawan.

Menurut keluarga, korban hingga kini masih mengalami ketakutan dan trauma sehingga proses pemeriksaan medis, termasuk visum, masih menunggu kondisi psikologis korban membaik.

Keluarga juga meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun Polisi Militer, mengusut tuntas dugaan keterlibatan seluruh pihak yang berada di lokasi kejadian.

“Kami berharap tidak ada pihak yang dilindungi. Jika terbukti bersalah, para pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasus ini dinilai serius karena korban masih berstatus anak di bawah umur. Apabila terbukti, perbuatan tersebut dapat dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta pasal-pasal terkait penganiayaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Keluarga korban juga mengaku telah menyampaikan laporan ke instansi terkait di tingkat pusat agar penanganan perkara mendapat perhatian dan pengawasan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan keluarga korban maupun dari institusi TNI terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam kasus tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.(red)

Pos terkait