
Lingga Radar Kepri = Beberapa waktu lalu publik kejutan dengan kabar bahwa, Bupati Lingga M Nizar S Sos mendapatkan penghargaan sebagai “Kepala Daerah Visioner.” Sebuah predikat megah.
Namun, ketika disejajarkan dengan kondisi nyata di Lingga, predikat itu justru menunjukkan ketidakselarasan yang tajam.
Berdasarkan data terbaru, Lingga tercatat sebagai daerah penyumbang terbesar angka kemiskinan di Kepri. Sebanyak ~9,99% penduduk Lingga — atau ribuan jiwa — hidup di bawah garis kemiskinan.
Uraian diatas sampaikan seorang warga Lingga, Tedy Maembong, melalui pesan singkat Whatsapp nya kepada redaksi Rsdar Kepri.com Minggu (30/11/2025)
Menurut Tedy, Di tengah kenyataan itu, bagaimana mungkin disebut visioner bila sebagian besar masyarakat masih bergulat dengan kemiskinan, minimnya akses dan peluang?
“Jika benar seorang pemimpin visioner, publik semestinya melihat perubahan nyata: perbaikan kesejahteraan, distribusi pembangunan merata, hingga kesempatan kerja yang bermakna. Namun data menunjukkan sebaliknya — kemiskinan terus membayangi, potensi daerah tampaknya belum dirasakan optimal oleh rakyat.” Terangnya.
Masih Tedi. Piagam atau penghargaan boleh saja menempel di dinding kantor pemerintahan, tetapi legitimasi sesungguhnya muncul dari kondisi rakyat.
“Apakah mereka hidup lebih layak, sejahtera, dan punya harapan. Ketika sebuah daerah masih menjadi “kontributor utama kemiskinan”, maka predikat “visioner” terasa seperti retorika kosong.”jelasnya.
Tedi menambahkan, bahwa, Penghargaan harus dijadikan cerminan tanggung jawab, bukan tameng atas kegagalan nyata. Sebab ukuran keberhasilan bukan terletak pada trofi, melainkan pada sejauh mana rakyat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait uraian diatas, upaya konfirmasi masih diupayakan kepada sejumlah pihak terkait lainya. (Aliasar)







