'
| | 1.486 kali dibaca

Penderita Kanker Payudara Harapkan Bantuan Walikota

Henreni, penderita kanker payudar yang mengharapkan bantuan Pemko Tanjungpinang.

Henreni, penderita kanker payudar yang mengharapkan bantuan Pemko Tanjungpinang.

Tanjugpinang, Radar Kepri-Malang nian nasib Henreni (30) janda beranak dua ini yang  sudah 2 tahun menderita penyakit kangker payudara. Kini warga RT 05/VI Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat hanya pasrah. Kanker yang menggerogotinya tak kunjung sembuh. Padahal, dia sudah dua kali di operasi di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD)Tanjungpinang.

Ironisnya, pihak RSUD Kota Tanjungpinang telah “angkat tangan” menangani pasien yang terdaftar sebagai pasien miskin, dibuktikan dengan kartu Jamkesda yang diterbitkan Dinas Sosial Pemko Tanjungpinang. Pihak RSUD Tanjungpinang merujuk Henreni di rawat di RS Cipto Mangunkusomo, Jakarta.

Tentu saja, Henreni pusing tujuh keliling memikirkan biaya berobat yang harus dibawanya jika berobat ke RS Cipto Mangunkusumo itu. Padahal, untuk makan sehari-hari bersama dua anaknya saja, Henreni sudah kalang kabut. Buktinya, saat ini dia terpaksa menumpang dirumah orang tuanya di Jalan Ir Juanda, Hutan Lindung Tanjungpinang.

Safrizal (43) bapak tiri Henreni, di jumpai Radar Kepri, Kamis (28/02) di sebuah kedai kopi Jalan Tambak mengaku tidak mampu membawa Henreni berobat ke Jakarta.”Saya hanya pedagang kaki lima, saya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengobati anak saya. Namun upaya yang saya lakukan ini, terasa sia-sia dan tak ada artinya.”keluhnya.

Kemudian bapak tiri Hendreni yang akrab dipanggil Saf ini mulai putus asa. Karena uang untuk mengobati anaknya sudah habis.”Tak ada lagi yang bisa dijual. Selama ini, kami menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk biaya berobat. Tapi Pihak Rumah Sakit sudah angkat tangan, karena sudah tidak mampu mengobati penyakit yang di derita Reni. Pihak rumah sakit menyarankan agar Reni di rujuk ke-RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Pihak rumah sakit akan mengeluarkan surat rujukan.”bebernya.

Namun kalau ke-Jakarta, Saf mengaku tidak punya biaya untuk merawatnya.”Selama Reni sakit, kami jarang berjualan. Bagaimana mau jualan, kalau kami berjualan, sama siapa Reni di rumah ?. Bahkan untuk makan sehari-hari saja, sering dibantu keluarga, maupun tetangga.” keluhnya.

Pihaknya berharap Pemko Tanjungpinang dibawah kepemimpinan H Lis Darmansyah SH dapat mencarikan solusi yang tepat, sehingga Reni bisa mendapat perawatan medis hingga sembuh.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 01 Mar 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek