Lingga, Radar Kepri — Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Mayasari, dituding ingkar janji kampanye oleh sejumlah warga. Tuduhan tersebut mencuat setelah lebih dari satu tahun menjabat, namun dinilai belum merealisasikan komitmen yang disampaikan kepada masyarakat saat Pemilu 2024 lalu.
Seorang warga Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebut Mayasari belum menepati janji kampanye terkait perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak parah di desanya.
“Saat kampanye 2024 lalu, beliau berjanji akan memperbaiki infrastruktur di Lingga, termasuk jalan di Desa Sekanah. Tapi sampai sekarang, 2026 ini, belum ada satu pun yang terealisasi,” ujar warga tersebut kepada Radar Kepri melalui sambungan telepon.
Warga itu juga mempertanyakan kapasitas dan pengalaman Mayasari sebagai Ketua DPRD Lingga. Ia menilai jabatan strategis tersebut terlalu cepat diraih tanpa rekam jejak yang memadai.
“Baru bergabung dengan partai, terpilih, lalu langsung jadi Ketua DPRD. Sebelumnya hanya pegawai honorer. Wajar kalau masyarakat mempertanyakan kemampuannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, sumber yang sama menilai kinerja pengawasan DPRD terhadap Pemerintah Kabupaten Lingga belum terlihat signifikan sejak Mayasari dilantik.
“Sebagai Ketua DPRD, apa pengawasannya terhadap pemerintah daerah? Yang terlihat hanya seremonial dan duduk di kursi empuk,” katanya.
Ia juga menyinggung hubungan kekerabatan antara Mayasari dan Bupati Lingga, M. Nizar, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Mayasari itu kerabat dekat Bupati. Apakah mungkin bisa bersikap kritis dan mengawasi kinerja Pemkab Lingga secara objektif?” ujarnya heran.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan sikap keluarga Ketua DPRD terhadap kritik publik. Menurutnya, suami Mayasari, Safaruddin, disebut bersikap emosional ketika ada warga yang menyampaikan kritik.
“Ketika Rizal, warga Sekanah, menagih janji kampanye dan mengkritik, suaminya justru mengamuk dan memaki-maki. Seharusnya kritik itu diterima sebagai masukan, bukan dihadapi dengan emosi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Radar Kepri masih berupaya mengonfirmasi tudingan tersebut kepada Ketua DPRD Lingga Mayasari, pihak keluarga, serta unsur pimpinan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lingga guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi.
(Aliasar)








