Radar Kepri, Lingga – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tekanan ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga kian terasa. Harga kebutuhan pokok merangkak naik, sementara hingga akhir Desember, gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum juga dicairkan. Kondisi ini memicu keresahan, terutama di kalangan PPPK yang menggantungkan penghasilan bulanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Seorang PPPK berinisial J, yang bertugas di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lingga, membenarkan bahwa gaji bulan Desember belum diterima.
“Iya bang, gaji kami belum dibayarkan sampai sekarang. Padahal akhir tahun kebutuhan banyak, harga barang naik semua. Anak-anak minta liburan, tapi kami bingung. Pusing rasanya,” ujarnya dengan nada keluh.
Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengakui keterlambatan tersebut. Seorang pejabat BPKAD Lingga, Uun, menyebut penyebab utama belum cairnya gaji PPPK adalah karena dana dari pemerintah pusat belum ditransfer.
“Kami masih menunggu dana dari pusat, baik untuk pembayaran gaji PPPK maupun pencairan sejumlah kegiatan di masing-masing OPD,” jelasnya.
Namun, pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan baru. Pasalnya, di tengah alasan keterbatasan anggaran, sejumlah OPD justru telah melakukan pencairan dana untuk kegiatan tertentu. Kondisi ini memicu spekulasi mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah, khususnya terkait pemenuhan hak pegawai.
Seorang PPPK lainnya berinisial T mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketergantungan pemerintah daerah pada Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat.
“Kenapa Pemkab selalu bergantung pada DAU? Sampai kapan kita tidak mandiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD)? Kebutuhan hidup terus berjalan, tapi gaji kami justru tertunda,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian waktu pencairan gaji PPPK. Ratusan PPPK beserta keluarga mereka masih menanti langkah konkret pemerintah daerah agar hak mereka dapat segera dibayarkan sebelum pergantian tahun, di tengah meningkatnya beban ekonomi masyarakat.(Farhan)








