Anambas, Radar Kepri-Telah 17 tahun Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi kabupaten mandiri setelah berpisah dari Kabupaten Natuna. Ironisnya, listrik sebagai salah kebutuhan utama masyarakat masih sering mati.
Bahkan sering matinya listrik ini membuat warga daerah penghasil migas ini kecewa dan mempertanyakan kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN).”Alat-alat rumah tangga banyak yang rusak karena listrik hidup-mati ini.”ungkap seorang warga pada media ini, Selasa (02/12).
Dengan nada kesal warga Anambas yang menghuni radarkepri.com menggerutu “Giliran terlambat bayar, diancam akan diputus. Tapi giliran mereka seenaknya mematikan listrik tanpa pemberitahuan, selambe aja. Dalihnya sedang perbaikan, entah apa yang diperbaiki. Herannya menjelang tahun baru atau lebaran, aliran listrik makin sering mati.”ujarnya.
Pihaknya mempertanyakan perawatan mesin pembangkit listrik untuk kebutuhan masyarakat tersebut.”Keman biaya perawatan mesin serta kelebihan minyak karena mesin mati tersebut ?’tanya sumber.
Pihaknya berharap Bupati KKA bertindak dengan menyurati PLN pusat agar diberikan solusi sehingga masyarakat tidak dirugikan terus.”Apa alat yang rusak karena listrik sering mati itu bisa diganti oleh PLN. Kita sebagai konsumen sangat dirugikan.”tegasnya.
Dengan nada kesal sumber menambahkan, PLN itu seperti lilin, angin kencang mati.”Perusahaan Lilin Negeri, bukan perusahaan listrik negara.”pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, upaya konfirmasi dengan pihak-pihak terkait masih diupayakan media ini, namun belum berhasil.(Irfan)








