Nasrun : Saya Pukul Supartini Agar Meninggal

Terdakwa Nasrun Dj saat memberikan pengakuan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang pembunuhan Supartini dengan terdakwa Nasrun Dj di PN Tanjungpinang hari ini, Selasa (14/01) dengan agenda mendengarkan pengakuan terdakwa.

Hakim Edward P Sihaloho SH MH menilai keterangan terdakwa berbelit-belit dan bertele-tele sehingga terdakwa ditegur bahkan sedikit emosi.

Menurut Nasrun Dj, almarhum Supartini mengajak bertemu ditempat biasa, Jl Bakar Batu depan SD Teladan.”Di jalan Bakar Batu itu, almarhum bercerita tentang usahanya menggugurkan kandungan.”katanya.

Ditambahkan Nasrun, dirinya kemudian mengajak ngopi di batu 10.”Dalam perjalanan, dia (Supartini,red) dia nangis dan histeris. Saya kemudian mengajak dia Supartini ke kebun.”katanya.

Awalnya, Nasrun mengaku kenal dekat baru tahun 2018, namun saat dicecar hakim kapan kenal Nasrun mengakui sejak tahun 2014.”Kamu cinta tak sama dia ?”tanya hakim.”Tidak, yang Mulia.”aku Nasrun.

Anehnya, Nasrun mengaku senang dan suka serta nafsu dengan Supartini.”Kedekatan mulai sejak dia curhat atas sejumlah persoalan. Tahun 2018.”kata Nasrun.

Nasrun menambahkan, seringnya pertemuan dengan Supartini lebih banyak mengenai masalah yang diungkap Supartini terkait masalah kantor.”Dia menggelapkan uang kantor.”jawab Nasrun saat ditanya hakim.

Menurut Nasrun, Supartini sempat bermasalah setelah dan sampai ke polisi.”Saya bantu selesaikan. Setelah itu ada lagi konsumen yang melapor. Saya kembali ditugaskan menyelesaikan.Sampai rumahnya yang di Batam disita.”katanya.

Saat berada di kebun jalan Ganet, Nasrun mengungkapkan minta dinikahkan dan jika tidak mau, dirinya akan dilaporkan ke pimpinan dan akan dipecat.”Ancaman dia (Supartini,red) memicu emosi saya. Saya tersinggung dengan ucapan almarhum tentang orang bugis pengecut.”kata Nasrun.

Saat ditanya hakim apakah Nasrun pemberani atau pengecut.”Saya berani yang mulia.”katanya.”Kalau berani, kok nggak mau tanggungjawab. Kalau berani kamu ceraikan istri kamu dan nikahi dia. Nggak ketemu disini kita.”heran hakim.

Menurut Nasrun, puncak emosinya saat almarhum memaki istrinya dengan kalimat L**te.”Kamu bilang apa tadi ?.Saya langsung ambil kayu dan pukul usai mendengar ucapan itu.”jelasnya.

Usai membunuh, Nasrun mengaku berusaha menghilangkan jejak agar tidak ketahuan dan tertangkap. Nasrun menyebutkan, usai memukul korban, dirinya mengambil karung dan tali plastik serta bantal.”Saya masukkan dia kekarung plastik, kemudian dinaikkan ke mobil dan masih berdarah-darah. Dan saya alas kepalanya dengan bantal. Kemudian karung diikat dengan tali dari kepala sampai ke kaki.”jelasnya.

Mengenai batu yang ditemukan dalam karung berisi jenazah Supartini,Nasrun mengaku diambil disekitar lokasi pembunuhan dimasukkan kedalam karung saat sudah didalam mobil.

Selanjutnya, jenazah Supartini sempat dibawa keliling ke Senggarang namun akhirnya karung berisi jenazah Supartini dibuang ke bawah jembatan Wacopek, Dompak.

Saat ditanya perasaan usai menghabisi Supartini, terdakwa Nasrun mengaku masih kesal saat itu. Namun saat ini, dirinya sangat menyesal.

Mengenai sandal dan handphone korban.”Hpnya saya buang saat dijalan depan hotel Aston. Sandalnya saya buang disekitar kebun. Habis tu saya pulang, sekitar jam 21 30 Wib, ganti baju dan sholat. Baju dicuci dirumah, sedangkan tangan saya cuci waktu di kebun dengan air yang ada dibotol Aqua.”terangnya.

Saat ditanya hakim, apakah Nasrun tahu, kalau Supartini mati, anak yang dikandungnya ikut mati. Nasrun awalnya mengatakan tidak tahu, namun akhirnya mengangguk dan berkata.”Tahu Yangb Mulia.”ucapnya.

Nasrun juga mengaku sering kerumah orang tua Supartini untuk silaturahmi dan dalam rangka kerja.

Usai membunuh, Nasrun mengaku menjalani aktifitas seperti biasa.”Namun batin saya tersiksa.”celotehnya.

Hingga berita ini dimuat, persidangan masih berlangsung dengan agenda menjawab pertanyaan hakim.”Saya kerumah untuk melayat. Saya awalnya mau mengaku dan bersalah.”katanya.

Namun jawaban ini dinilai aneh oleh hakim.”Kalau mengaku dan merasa bersalah ke kantor polisi.”kata hakim.(irfan)

Pos terkait