; charset=UTF-8" /> Menguak Mafia Ekspor Hasil Laut di Bintan Timur (Bagian -1) - | ';

| | 564 kali dibaca

Menguak Mafia Ekspor Hasil Laut di Bintan Timur (Bagian -1)

# Manipulasi Manives, Gelapkan Pajak

Inilah salah satu kapal yang diduga pengangkut hasil laut nelayan Bintim ke luar negeri.

 

Bintan, Radar Kepri-Mencuatnya dugaan monopoli ekspor hasil laut di Bintan Timur membuka praktik curang berupa indikasi penggelapan pajak ekspor dari ekportir keluar negeri.

Informasi dan investigasi media ini dilapangan serta konfirmasi pada beberapa orang nelayan. Mengungkap fakta mengejutkan tentang potensi kerugian negara yang mencapai ratusan juta setiap Minggu.

Ekspor hasil laut di Bintan Timur yang berpotensi merugikan negara dari sektor penerimaan pajak ini diduga telah berlangsung belasan tahun dengan aman tanpa tersentuh aparat penegak hukum,khususnya bea cukai selaku penegak hukum yang memiliki kewenangan menarik cukai.

Lalu bagaimana modus oknum pengusaha diduga berinisial S yang diduga melakukan kejahatan dibidang ekpor hasil laut.”Muatan yang dilaporkan tidak sesuai dengan yang dibawa keluar negeri bang.”bisik sumber media ini yang mewanti-wanti tidak ditulis namanya.

Sumber mencontohkan.”Misalnya, dilaporkan dalam manives, jumlah fiber berisi hasil laut sebanyak 100 kotak dengan berat satu kotak fiber 80 kilogram. Tapi yang sebenarnya, satu kotak berisi hasil laut seberat 110 kilogram hingga 130 kilogram. Ada selisih 30 kilogram hingga 50 kilogram, yang selisih itulah yang gak dibayar pajaknya.”terang sumber. Sambil menambahkan, selisih muatan itu dikabarkan untuk biaya lain-lain termasuk pengamanan yang mengalir ke beberapa oknum aparat.

Sebuah pertanyaan muncul, mengapa dugaan manipulasi ekspor hasil laut ini berjalan mulus tanpa tersentuh hukum ?. Hal ini akan diungkap media ini pada tulisan edisi selanjutnya. Termasuk adanya pertemuan gelap dari anak buah S dengan para nelayan untuk mengelabui penegak hukum.(Irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 16 Sep 2022. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek