' '
| | 4.361 kali dibaca

Listrik Sering Mati, Sugiono Perkosa Dua Putri Kandungnya

Terdakwa Sugiono yang memperkosa dua putri kandungnya,

Inilah terdakwa Sugiono yang memperkosa dua putri kandungnya,

Tanjungpinang, Radar Kepri-Seringnya PLN Tanjungpinang mematikan aliran listrik pada Desember 2014 lalu, bukan hanya merusak peralatan rumah tangga warga. Di Kampung Dompak, RT 002/RW 004 Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, dua remaja putri Yt (14) Bh (15) dirusak kehormatannya ketika PLN mematikan lampu. Ironisnya, pelaku pemerkosaan justru ayah kandungnya, Sugiono (48).

Hal ini terungkap dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (06/04) ketika jaksa penuntut umum (JPU) Efan Apturedi SH menghadirkan 3 orang saksi untuk didengarkan keterangannya dengan terdakwa Sugiono.”Waktu perkosaan terhadap Yt, awalnya mereka sedang menonton televisi. Tiba-tiba listrik mati, waktu itulah terdakwa Sugiono mulai menggerayangi Yt, putrinya yang paling kecil, saat itu baru berumur 14 tahun.”terang Iwa Susanti SH, penasehat hukum Sugiono usai persidangan yang digelar secara tertutup.

Memang, pada malam itu, niat bejat bapak “gabus” ini untuk merenggut kegadisan putrinya tidak kesampaian karena korban berontak karena alat vitalnya sakit di “obok-obok” jari Sugiono. Namun, beberapa hari kemudian, ketika sedang mencari ubi dikebun, barulah aksi bejat Sugiono terjadi.”Waktu itu gerimis, terdakwa Sugiono mengajak korban berteduh di pondok, disitulah terjadi perkosaan terhadap Yt.”sebut Iwa Susanti SH.

Rupanya, sebelum menggarap putri bungsunya, terdakwa Sugiono juga telah memperkosa Bh, kakak kandung Yt. Terungkapnya aksi bejat Sugiono bermula dari cerita Yt pada Bh.”Yt mengaku dikerjain bapaknya, hal ini membuat Bh kaget dan meminta Yt menceritakan apa yang dialaminya. Sehingga terungkaplah semuanya.”terang Iwa Susanti SH.

Berdasarkan surat dakwaan nomor PDM-35/TG.PIN/E.4/Ep.2/03/2015, diuraikan kronologis aksi bejat Sugiono yang dilakukanya sejak tahun 2008 dan baru terungkap pada Desember 2014. Aksi bejat Sugiono selalu dimulai dengan elusan berujung ancaman akan dipukul sehingga korban ketakutan.

Atas perbuatanya, Sugiono dijerat jaksa melanggar, pertama pasal 82 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, kedua pasal 285 KUH Pidana, ketiga pasal 82 UU RI Nomor23 tahun 2002.

Uniknya, dua korban Sugiono (Yt dan Bh) ternyata telah memaafkan aksi bejat bapaknya dengan alasan kasihan karena tidak ada lagi yang mencari nafkah untuk ibunya. Korban Yt malah meminta agar majelis hakim PN Tanjungpinang menghukum ringan Sugiono.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 06 Apr 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda