; charset=UTF-8" /> KPK Diminta Turun Ke Lingga - | ';
'
'
| | 2,133 kali dibaca

KPK Diminta Turun Ke Lingga

Pasar Rakyat senilai Rp 2 Miliar yang terlantar di Pancur, Kabupaten Lingga.(foto by aliasar)

Lingga Radar Kepri – Setelah disorot Radar Kepri.com, Pasar Rakyat di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten lingga Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Lingga.

Hampir di setiap tempat, keda kopi Daek, kabupaten Lingga membicarakan tentang banyak pasar yang di bangun ketika itu. Namun terkesan tidak berfungsi dan hanya menghabiskan anggaran

 

“Saya bau Ngeh pula bang bahwa pasar baru yang disebut mahal di kelurahan Pancur itu. Kalau bangunan itu menghabiskan Anggara sekira Rp 2 Miliyar, sangat tidak masuk akal. Jangankan 10 tahun lalu, sekarang saja dibangun, tidak akan habis itu dua miliyar,” kata warga bercerita disalah satu tempat kedai kopi di Daek. Jum’at (28/6)

Jika dibandingkan harga material ketika dibangun 10 tahun lalu kata sumber yang sama, jauh berdasarkan dengan saat ini.

“Kalau pembagunan pasar yang di Kelurahan Pancur itu bernilai Rp 2 M, sangat tidak masuk akal. Sekarang saja yang harga material yang lebih mahal hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, tidak mungkin juga nilainya segitu. Itu sudah bisa kita menduga ada permainan dan pengelembungan anggaran di pembagunan tersebut,”tutur lelaki paruh baya saat santai menikmati secangkir kopi.

“Kalau Bisa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Kabupaten Lingga sesekali, baru tahu mereka yang diduga melakukan kan korupsi itu, selama ini belum pernah pula KPK turun melakukan pemeriksaan di kepemerintahan Bumi Tanah Melayu ini, makanya para pejabat di Lingga ini, seakan bekerja sesuka. Masak iya, kegiatan saja diadakan di Daerah lain. Jadi uang lingga ini habis dan berputarnya bukan di daerah sendiri. Makanya ekonomi kita susah untuk bangkit,”ujar sumber

Informasi yang diterima Radar Kepri.com, pasar yang tidak beroperasi bukan hanya di Pancur saja ada beberapa pasar yang dibangun dengan miliyaran APBD tersebut terbiarkan.

Diantaranya, Pasar di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara. Kemudian, Pasar di Kampung Cina Daek, pasar di Senayang, di Pulau duyung ada juga pasar yang tidak beroperasi

“Sementara di Senayang pasar Tersebut, di manfaatkan oleh salah seorang Toke untuk penyimpanan barang dagangannya, padahal pasar di bangun dengan uang rakyat, tapi kok bisa salah satu pengusaha yang menikmati secara pribadi. Kalau rusak siapa yang akan memperbaiki, kalau disewa, kepada siapa, kemana perginya uang sewa nya itu” tutur sumber Radar Kepri..com yang layak di percaya.

Terkait uraian diatas, upaya konfirmasi ke pihak terkait lainya, masih diupayakan, Radar Kepri.com (Aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 28 Jun 2024. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek