| | 1.439 kali dibaca

Yenni Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terikat di Kamarnya

Petugas Polsek Tanjungbalai Karimun ketika membawa jenaza Yenni ke ambulan untuk di visum di RSUD.

Petugas Polsek Tanjungbalai Karimun ketika membawa jenazah Yenni ke ambulan untuk di visum di RSUD.

Karimun, Radar Kepri-Yenni Farida (48) ditemukan adiknya Enni Candra Kirana tidak bernyawa di Wisma Nusantara Karimun, kamar 118 sekitar pukul 08.00 Wib, Minggu (08/06). Sang adik berencana akan pulang kampung ke Jawa Timur dan berniat pamit pada kakaknya sekaligus mengambil barang-barang yang dititipkan di kamar kakaknya, Wisma Karimun.

Sampai di wisma karimun Enni tidak berani mengetuk pintu kamar, karena kuatir kakaknya marah. Akhirnya Dewi Sri Purwati teman Enni memberanikan diri membuka pintu. Setelah pintu  dibuka, Dewi langsung curiga melihat tubuh Yenni telungkup dengan tangannya terikat dengan kain sprei tempat tidur. Dengan rasa penasaran Dewi mendekati Yenni dan menyentuh tangannya, spontan Dewi langsung berlari keluar dan berteriak menyebut Yenni sudah meninggal.

Dalam hitungan menit, Polisi langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan kepolisian di TKP, diketahui tangan Yenni di ikat menggunakan kain sprei dengan posisi tubuh telungkup. Namun pihak kepolisian belum bisa memberikan kepastian apakan Yenni meninggal karena di bunuh.

Kapolsek Tanjung Balai Karimun, Kompol Syafruddin Dalimunte mengatakan.”Untuk sementara, kita harus melakukan pemeriksaan dulu. Dari hasil pemeriksaan di TKP, benar tangan Yenni di ikat kain sprei. Dari situ belum bisa kita putuskan Yenni mati dibunuh, harus ada hasil visum dari Rumah Sakit. Baru kita bisa pastikan Yenni mati di bunuh apa tidak. Jadi, mari kita sama-sama menunggu hasilnya visumnya.”terang Kompol Syafruddin Dalimunte.

Pada kesempatan terpisah, Dewi Sri Purwati yang pertama kali menemukan Yenni mengatakan.”Saya tidak menyangka Yenni begitu cepat pergi, dia terakhir jumpa saya pada Sabtu sore. Yenni sempat mengatakan ingin pulang. Tapi perkataan itu tak saya hiraukan, saya kenal Yenni sudah hampir 1 tahun dan saya selalu cuci bajunya. Selama saya kenal Yenni, tidak ada saya tahu laki – laki yang dekat sama dia.”:papar Dewi sambil menangis.

Sementara Enni Candra Kirana mengatakan.”Sebenarnya saya bekerja di  Malaysia dan ingin pulang kampung ke Jawa Timur. Saya transit dari Malaysia ke Karimun, setelah itu saya pulang ke kampung dari Batam. Sebelum saya pulang, saya mau permisi sama kakak Yenni, ternyata dia sudah meninggal. Selama disini tidak ada kejanggalan yang saya lihat dari kakak saya, biasa-biasa saja.”papar Enni.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP M Yoga Buanadipta, SH.S Ik ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan.”Sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan hasil visum dari RSUD belum ada, saya minta supaya rekan-rekan media bersabar.”jawab Kasat Reskrim.(raya)

Ditulis Oleh Pada Sel 10 Jun 2014. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek