'
| | 945 kali dibaca

Wujudkan Pilkada Berintegritas, KPK Audensi di Kantor radarkepri.com

Foto bersama usai audensi antara KPK dengan radarkepri.com. (Al Ansyari, IT radarkepri.com, David, dari KPK, Irfan, Pimred radarkepri.com, Guntur Kusmeiyano,direktorat pendidikan dan pelayan masyarakat dari KPK dan Aliasar, kabiro radarkepri.com, Tanjungpinang, Kamis (04/06).

Foto bersama usai audensi antara KPK dengan radarkepri.com. (Al Ansyari, IT radarkepri.com, David, dari KPK, Irfan, Pimred radarkepri.com, Guntur Kusmeiyano,direktorat pendidikan dan pelayan masyarakat dari KPK dan Aliasar, kabiro radarkepri.com, Tanjungpinang, Kamis (04/06).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bidang pencegahan bagian direktorat pendidikan dan pelayanan masyarakat menggelar audensi dengan media online radarkepri.com di kantor redaksi radarkepri.com, Jl Sore nomor, Sei Jang, Tanjungpinang, Kamis (04/06).

Guntur Kusmeiyano, direktorat pendidikan dan pelayanan masyarakat didampingi anggotanya David disambut pimpinan redaksi radarkepri.com, Irfan Antontrik, ST, Aliasar, kabiro Tanjungpinang dan Al Ansyari, IT radarkepri.com. Dalam audensi dengan tujuan mewujudkan pilkada berintegritas Guntur Kusmeiyano menyebutkan.”Program-program yang akan di implementasikan terkait preventif dan pre-entif, pencegahan dan peniadaan niat.”ujar Guntur.

Paling tidak program-progam yang dipetakan KPK itu, lanjut Guntur.”Pertama, kalau ingin pilkada bersih, berintegritas, maka penyelenggara pemilunya juga berintegritas dengan satu paketlah, ada tantangan dan kelebihannya.”kata Guntur.

Yang kedua, lanjut Guntur.”Calon kepala daerahnya, perangkat yang ada di UU KPU, setiap calon kepala daerah melaporkan harta kekayaan. Kita nanti akan optimalkan disitu, makanya kita komunikasi dengan penyelenggara pemilu. Kita akan buat program bersama. Bisa dimulai penandatanganan pakta integritas maupun berkomitem integritas ditambah deklarasi LHKPN.”terangnya.

Menurut Guntur, dari 269 pilkada serentak pada 9 Desember 2015 ini, tim pencegahan KPK akan turun di 11 locus (tempat), 9 di Pilgub, 1 di Pilwakot dan 1 lagi di Pilbub.”Memang fokusnya kita di Provinsi dulu.”kata Guntur.

Yang ketiga dan paling strategis, menurut Guntur adalah masyarakatnya, pemilihnya.”Selama ini pendidikan politiknya seperti apa ?. Sosialisasi publik terkait pilkada seperti apa ?. Jangan sampai masyarakat diberikan pendidikan politik, cuma coblos saya. Peran media disana, untuk edukasi dan sosialisasi, siapa yang akan memimpin daerah ini dan apa program-programnya.”terang Guntur.

Dalam pengamatan Guntur Kusmeyano, masyarakat Tanjungpinang berbeda dengan masyarakat lain dalam tahap menentukan pilihan. “Ada tahapan analisa dari masyarakat sebelum menentukan pilihan. Tidak serta merta berjuang, dikasih baju, beras, uang terus milih. Saya dapat beberapa masukan, ada legislatif yang tanpa modal bisa masuk di dewan. Ini ada potensi di masyarakat ini untuk memilih yang terbaik.”beber Guntur.

Menurut Guntur, kedatanganya ke Tanjungpinang umumnya Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) untuk mensosialisasi Pilkada yang ber-integritas dan mencegah timbulnya korupsi di dalam Pilkada yang akan di helat pada Bulan Desember 2015.”Potensi korupsi yang akan terjadi dalam Pilkada ada beberapa hal. Seperti mahar politik, korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, sumbangan dana kampanye illegal. Gratifikasi terhadap penyelenggara Pilkada dari peserta Pilkada. Manipulasi data, penetapan calon, pengawasan pelanggaran.”katanya.
Kemudian lanjut Guntur .”Money politik dari peserta kepada pemilih, suap dan gratifikasi saat sengketa hasil Pilkada pihak berwenang dan lain-lain. Tantangan utama dalam pilkada, Suhu politik masih tinggi, dualisme parpol, wewenang Panwaslu, Provinsi, Kabupaten dan kota besarnya anggaran. Itu bisa memicu untuk korupsi, maka dari itu kita mensosialisasikan pilkada bersih dan ber-integritas.”terangnya.

Hal senada disampaikan, David Supriwasa.”Kita ini hanya mengingatkan supaya tidak terjadinya korupsi dan kita hanya untuk pencegahan, jika sudah kita sosialisasi, kita ingatkan, masih juga korupsi, itu sudah salah. Maka dari itu sebelum berlangsungnya Pilkada serentak, kita sosialisasi terlebih dulu, supaya terciptanya pilkada yang bersih.”Ujarnya.

David menambahkan, program Pilkada berintegritas ini, salah satunya memahami kewajiban LHKPN dari induksi penyelenggara dengan sasaran KPU dan Bawaslu.”Selain calon, pemilih yang berintegritas kita akan adakan program sosialisasi publik, terutama di kampus.”ujar David.Usai melakukan audensi dua orang bidang pencegahan KPK tersebut menggelar foro bersama dengan redaksi radarkepri.com.(aliasar/red)

Ditulis Oleh Pada Kam 04 Jun 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek