' '
| | 543 kali dibaca

WFQR IV Lanal Batam Tangkap Speed Boat Angkut 10 Ribu Slop Rokok Ilegal

Rokok Ilegal yang ditangka Lanal Batam.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Setelah mengintai cukup lama, akhirnya speed boat pembawa rokok tanpa cukai yang akan diseludupkan berhasil di tangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam pada pukul 23.00 WIB, Senin (03/04/2017).

Speed boat tanpa nama tersebut merupakan TO (Target Operasi) WFQR IV yang terkenal licin, dengan bermesin 200 PK 3 buah pada Posisi 0°36′ 727″ U – 104° 17′ 206″ T di perairan Tanjung Cakang, Pulau Galang dengan muatan rokok tanpa cukai sebanyak 125 box (10 ribu sloop)

Menurut Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK 3 orang dan tujuan Tanjung Datok, Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai pemilik rokok “H” yang beralamat Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam/FTZ yg akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang, Kabupaten Inhil, Riau dan akan dilanjutkan di bawa ke wilayah lainnya”

Selain itu permasalahan rokok illegal tanpa cukai sangat mengemuka dan meresahkan masyarakat Kepulauan Riau, bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPR Kepri turun langsung sidak ke lapangan dan menemukan rokok-rokok berbagai merk tanpa cukai beredar di pasaran. Hal ini membuat wakil rakyat sangat berang kenapa permasalahan ini bisa terjadi.

“Modus yang mereka gunakan, barang-barang tersebut dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi bila memungkinkan mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi Hp (Hand phone) dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu dipelabuhan tertentu bila aman mereka akan masuk,” kata Laksma S. Irawan.

Sampai saat ini barang bukti speed boat dan rokok di serahkan ke Patkamla Kal Nipah dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut. Dari kalkulasi sementara potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp. 1 Milyar.

Danlantamal IV Tanjungpinang telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran dibawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada diseluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan seperti ini dapat kita tekan.

Dijelaskan Laksma S. Irawan pula bahwa jajaran Lantamal IV akan mengamankan kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan illegal lewat laut, terutama penyeludupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi,” jelas Laksma S. Irawan.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan dilaut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok, hal ini terus diintensifkan dan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah Kepri sarang penyeludupan tidak ada lagi. (Dispen Lantamal IV/Wok)

Ditulis Oleh Pada Sel 04 Apr 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek