' '
| | 759 kali dibaca

Warga Tanjungpinang Tewas Gantung Diri

Gantung diri

Sumadi, warga Tanjungpinang ditemukan Zurina (istrinya) tewas gantung diri. (foto, ilustrasi).

Lingga, Radar Kepri-Masyarakat Pancur, Kabupaten Lingga dihebohkan dengan aksi nekad Sumadi (36) yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat (02/08). Diduga Madi, sapaan almarhum nekad gantung diri karena stres akibat sakit yang dideritanya, pasca tabrakan dua tahun lalu berdampak pada kejiwaanya yang tidak stabil.

Kapolres Lingga AKBP Puji Santosa dikonfirmasi Radar Kepri melalui Kapolsek Pancur, Iptu Supama membenarkan adanya warga RT 01/RW 05, Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara yang tewas gantung diri.”Kami mendapat laporan dari Sanusi, RT setempat sekitar pukul 17 55 Wib, bahwa ada warga yang tewas gantung diri.”kata Iptu Supama.

Setelah mendapat informasi dan laporan dari warga tersebut, lanjut Iptu Supama.”Anggota Polsek Pancur langsung  mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah sampai di tempat kejadian jenazah sudah di turunkan.”ujar Kapolsek Pancur, Iptu Supama.

Kapolsek menerangkan, yang menurunkan jenazah Madi dari tempat tempat gantung diri dalah  Pendi dibantu Ceng Huang. Dengan cara mememotong tali yang di pergunakan korban untuk gantung diri. Usai di turunkan langsung  membawa korban ke puskesmas untuk Visum.

Ditambahkan Kapolsek.”Kita sudah meminta keterangan 4 orang saksi, diantara Pendi, Ceng Huang, Zurina dan Kokyong. Setelah kita telusuri dan kumpulkan bukti, kejadian tersebut murni gantung diri. Tidak ada terlihat tanda-tanda Kekerasan.” ujar Kapolsek.

Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Sumadi tercatat lahir di Tanjungpinang pada 10 November 1977 dengan status pekerjaan, swasta.

Ali Bizar, tetangga almarhum Sumadi dikonfirmasi Radar Kepri via ponselnya, pada Sabtu (03/08) malam. Menuturkan.”Dua tahun yang lalu dia (Sumadi) tabrakan di Tanjungpinang. Akibat tabrakan itu syaraf terganggu, sering termenung.”katanya.

Sumadi yang menikah denga Zurina memiliki anak dua.”Biasanya, setelah membuka toko tempat dia menjual pulsa. Sumadi pulang kerumah untuk istrihat ataupun melakukan pekerjaan lain.”kata Ali Bizar.

Sekitar pukul 16 00 Wib Zurina meminta salah seorang anak tetangganya mengantarkan nasi untuk makan suaminya dirumah.”Namun pintu rumah terkunci dari dalam, dan dipanggil-panggil tidak ada jawaban. Anak yang antar nasi itu kembali ke toko menceritakan hal tersebut.”tambah Ali Bizar. Zurina tidak galau, karena sudah biasa Zurina melihat ulah suaminya itu yang sering menyendiri dan mengurung diri dalam rumah.

Sekitar pukul 17 00 Wib toko tempat Zurina dan suaminya (Sumadi) menjual pulsa ditutup, Zurina kemudian pulang kerumah dan mendapati rumahnya masih terkunci.”Dipanggil-panggil tapi tak ada jawaban. Akhirnya, dibantu warga, pintu rumah didobrak.”tambah Ali Bizar.

Alangkah kagetnya Zurina melihat Sumadi sudah tegang tergantung di seutas tali, tubuh Sumadi sudah mulai dingin dan membiru.”Menurut dokter yang memeriksa, diperkirakan Sumadi telah tewas 8 jam sebelumnya.”jelas Ali Bizar.(tmb/fan)

Ditulis Oleh Pada Sab 03 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek