'
| | 882 kali dibaca

Warga Tanjung Siambang Merasa Dibohongi Pemprov Kepri

Inilah sumber air bersih yang dijanjikan Pemprov Kepri untuk warga Tanjung Siambang, Dompak Lama, Tanjungpinang.

Inilah sumber air bersih yang dijanjikan Pemprov Kepri untuk warga Tanjung Siambang, Dompak Lama, Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sekitar 80 Kepalal Keluarga (KK) masyarakat Dompak Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak Lama, Kecamatan Bukit Bestari mempertanyakan alokasi dana ganti rugi lahan mereka tahun 2008. Warga tergusur karena lahannya dipergunakan untuk fasilitas umum Pemprov Kepri.

Sampai hari ini warga masih menunggu janji pemerintah tersebut berupa Sertifikat hak milik rumah dan tanah, sarana air bersih dan pengadaan listrik.”Sampai hari ini, janji pemerintah itu belum di tepati. Sampai kapan kami harus menunggu jawaban.”keluh Dar seorang warga Tanjung Siambang.

Dar dikonfirmasi media ini di Akau Potong Lembu Minggu (31/03) mengatakan.”Sekitar awal tahun 2012 lalu, pemerintah memberi izin untuk menempati rumah atas ganti lahan warga yang di pakai untuk fasilitas umum pada tahun 2008 lalu.”kenangnya.

Namun janji pemprov Kepri untuk melengkapi fasilitas berupa air bersih, listrik dan sertifikat hak milik atas rumah dan bangunan yang di tempati warga saat ini tak kunjung terealisasi.”Kita-pun heran, mengapa orang nomor 1 di daerah ini, kok pembohong. Padahal kami dijanjikan akan mendapatkan air bersih dan penerangan. Sampai sekarang realisasinya tak pernah ada. Padahal, sudah ada donatur dari luar, yang katanya sudah konfirm dengan pemerintah provinsi untuk mengadakan penerangan di lokasi perumahan itu.”jelasnya.

Namun ada yang aneh dalam system yang bervariasi, untuk biaya penyambungan kerumah warga Rp150 ribu dengan biaya tagihan perbulanya Rp 150 ribu.”Apabila ada penambahan pemakaian listrik, seperti Kulkas, mesin cuci dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 175 ribu.”Tambahnya.

Masih Dar, dirinya mendapat informasi adanya anggaran dari pemerintah untuk 1 rumah sebesar Rp 75 juta. Namun dalam penilaian tukang yang mengerjakan bangunan rumah itu. Memperkirakan hanya Rp 30 juta saja.”Kemana sisa uang bantuan tersebut ?”herannya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 02 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda