| | 695 kali dibaca

Warga Pantai Melur Demo Wako Batam

Himad Purelang. menyampaikan Asfirasinya Didepan Wako Batam=

Warga Pantai Melur yang tergabung dalam Himad Purelang. menyampaikan asprasinya didepan Wako Batam, Drs H Ahmad Dahlan.

Batam, Radar Kepri-Himpunan Masyarakat Barelang (Himad Purelang) menggelar demo di kantor Walikota Batam, Selasa (14/05). Mereka menuntut hak-haknya kepada pemerintah kota Batam yang sudah lama berusaha di Pantai Melur, Barelang, kelurahan Cijantung Barelang. Aksi demo terkait SK walikota Batam nomor, KPTS 120/HK/III/ 2012 tentang penataan Pantai Melur sebagai kawasan Wisata.

Pendemo menklaim telah membuka usaha di kawasan pantai Melur dan merasa di zalimi dengan keluarnya SK walikota Batam tersebut.”Kami sudah lama membangun pantai tersebut. Seakan-akan diusir begitu saja oleh pemerintah kota Batam, melalui dinas Prawisata dan aparat kelurahan.”keluh pendemo.

Walaupun diguyur hujan, semangat pendemo tidak surut. Lama berteriak-teriak hingga suara pendemo serak. Namun warga tidak berhasil menjumpai walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan. Karena walikota sedang mengikuti rapat paripurna di kantor gedung DPRD Batam. Warga melanjutkan aksinya ke kantor DPRD kota Batam.

Di kantor wakil rakyat ini, sekitar 30 orang warga Pantai Melur ini kembali ber-orasi menyampaikan aspirasinya. Ada yang unik dari pakaian para pendemo, terdapat sebuah tulisan yang berbunyi.”Walikota tidak bermoral”.

Usai rapat paripurna dengan DPRD Kota Batam, Drs H Ahmad Dahlan langsung ditunggu. Mereka minta walikota Batam mencabut SK yang sudah dikeluarkan tersebut. Dan menutup sementara kawasan pantai Melur tersebut, sebelun ada kejelasan.”Kami disana, tidak boleh ada kegiatan di pantai Melur, atau pungutan-pungatan dikawasan pantai Melur.”tegas pendemo pada walikota Batam.

Diterangkan demonstran.”Kami yang bersihkan pantai itu, tiba-tiba orang yang membawa surat yang bertuliskan SK Bapak itu. Lalu mengusir kami, mereka yang menikmati hasilnya. Kami tidak mau.”tegas pendemo kepada walikota Batam.

Hal ini disambut baik oleh walikota Batam, mereka minta pendemo bersabar. Dahlah  mengatakan.”SK itu dikeluarkan bukan untuk menghentikan aktifitas bapak-bapak disana. Tapi untuk pendataan kawasan wisata di pantai Melur tersebut. Kami tidak menduga sampai seperti ini kejadiannya. Tapi saya janji akan panggil semua yang bersangkutan secepatnya. Dalam tiga hari ini, bapak-bapak sudah mengetahui hasilnya. Saya setuju ditutup dulu kawasasan tersebut.”terang Walikota Batam Ahmad Dahlan di depan pendemo.

Setelah mendengar penjelasan dan janji walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan, warga pantai Melury akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sel 14 Mei 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek