'
| | 2.052 kali dibaca

Warga Lempar Sendal Pada Kepala UPT DKP Kepri di Antang

Pertemuan warga Desa Antang yang berlangsung panas menuntut Ir Iskandar Achmad hengkang .

Pertemuan warga Desa Antang yang berlangsung panas menuntut Ir Iskandar Achmad hengkang.

Terempa, Radar Kepri-Kemarahan warga Desa Antang, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) terhadap Ir Iskandar Achmad tak terbendung lagi. Ir Iskandar Achmad, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau dilempari pin PNS dan sandal jepit karena dinilai nepotisme, Jumat (28/03).

Pada Senin (24/03) lalu di aula balai pertemuan aula pelabuhan perikanan Antang, warga bertemu beberapa pejabat, termasuk kepala pelabuhan perikanan Desa Terempa Timur. Warga kesal melihat sistem kerja Iskandar yang di anggap tidak sesuai, dan juga di anggap warga mau menjual Desa Antang. Saat pertemuan yang di lakukan Iskandar memberi penjelasan.”Sesuai perumusan WKOPP telah melakukan sosialisasi kepada instansi terkait. Dan akan mendapat visi dan misi yang sama, hasil rumusan pada 28 November 2013 lalu di hadiri asisten III Augus Raja Unggul yang di hadiri para tokoh masyarakat Antang. Penetapan WKOPP mencakup batas geografis selain letak geografis juga terdapat definisi WKOPP suatu tempat bagian daratan dan perairan wilayah kerja.”terangngnya.

Namun penjelasan yang di berikan Iskandar pada warga, bukannya di terima malah di anggap adanya permainan. Dimana, warga menganggap Iskandar dan keluarganya ingin menguasai Desa Antang. Selain itu, dalam hal itu yang bekerja, warga menuding semua pekerja adalah keluarga Iskandar temasuk Satpam. Hal inilah yang membuat warga semakin emosi dan marah.

Haidir salah seorang warga yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah dengan kesal melempar pin PNS menengara Iskandar dan berkata.”Bapak insinyur, bapak orang pintar, harusnya bapak mengayomi warga. Satpam saja yang baru bekerja, itu saudaranya. Baru kerja1 bulan, tapi menerima gaji sudah 3 bulan kedepan. Dulu, ada juga karyawan bekerja sebagai honorer, dia bekerja sampai dia tidak sanggup dan sampai mengundurkan diri karena merasa tertekannya bekerja dengan Iskandar.”terangnya.

Saat ini, warga memberi waktu 1 minggu pada Iskandar beserta keluarganya untuk angkat kaki dari Desa Antan, jika dalam waktu 1 minggu Iskandar tidak pergi dari Desa Antang.”Maka kami tidak menjamin keselamatannya.” tegas warga dengan nada emosi.

Kepala Desa Terempa Timur, Abdullah saat di hubungi melalui via telepon oleh salah satu media menjelaskan.”Tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wib ada 4 warga yang mendatangi rumah bapak Iskandar untuk memberi peringatan, bahwa tidak lama lagi bapak Iskandar harus pergi meninggalkan Desa Antang.”ujarnya.

Merasa keselamatan dirinya bersama keluarga terancam, Ir Iskandar kemudian minta bantuan perlindungan dari kepolisian. Namun hingga berita ini dimuat, belum diketahui sikap Kadis DKP provinsi Kepri akan menarik Ir Iskadar dari Antang atau tetap mempertahankan Ir Iskandar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau di Antang. (yuli)

Ditulis Oleh Pada Sab 29 Mar 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda