| | 866 kali dibaca

Warga Kavling Kemboja Sagulung, Pertanyakan Legalitas Status Rumahnya

Inilah rumah warga Kavling Sagulung yang dibangun, namun belum jelas status kepemilikannya.

Inilah rumah warga Kavling Kemboja di Sagulung yang dibangun OB, namun belum jelas status kepemilikannya.

Batam, Radar Kepri-Masyarakat Kavling Kamboja, Kecamatan Sagulung, Keluruhan Sai Lengut  dapur 12 merasa gamang pada status rumah yang dimiliki. Pasalnya, rumah tersebut dibeli dari  BP Batam dengan program pembangunan Rumah Sangat Layak Huni. Tipe bangunan rumah  bervariasi, mulai tipe 21 dengan harga Rp 48 juta dan tipe 35 dengan nilai jual Rp 95 juta nilainya.

Menurut warga setempat yang diwawancarai awak media ini, Rabu (03/12) mengatakan rumah  TP 35 yang dijanjikan akan dibangun sampai sekarang belum jelas, karena belum ada pembangunannya. Padahal sebagian warga yang ingin memiliki rumah itu, sudah ada yang membayar uang muka untuk pembangunan rumah tipe 21 sudah dibangun sebanyak  100 , dengan harga Rp 48 juta per-unitnya.”Yang membuat kami bingung dan gamang status rumah ini sampai kerang belum jelas. Kalar dulu kami membayar cicilannya melalui pak Rustam, seorang developernya, sekarang mereka menyuruh akad kredit melalui Bank dengan cicilan tinggi. Itu-pun tidak jelas Bank yang mana tempat akad kreiditnya yang dia maksud. Pertama mereka bilang Bank Barelang Mandiri, siap itu katanya Bank Syariah Mandiri dan sekarang Bank Dana Nusantara. Kalau nggak salah, begitulah infomasi yang saya dengar.”sebut warga yang minta namanya tidak dipublikasikan di kediamnya.

Hal inilah sangat membingungkan warga.”Maka sampai sekarang saya tidak mau lagi membayar sama sekali, sampai mereka memberikan kepastian yang jelas kepada kami. Selain itu pembangunan rumah ini asal jadi. Silahkan abang cek pembangunan rumah ini, terkesan asal jadi. Coba lihat sendri lantai dan plafonnya asal-asalan saja, kami berharap semua pihak yang terkait dengan pembangunan rumah ini, bisa menyelesaikan  semua legalitas rumah-rumah ini dengan kami sebagai konsumen pembeli rumah.”terangnya.

Untuk  rumah yang sudah terbagun sebanyak 100 unit, semuanya sudah ada pemiliknya. Akan tetapi sampai sekarang air yang menjadi kebutuhan sehari-sahari belum masuk sampai sekarang.”Ditambah jalan menju gang-gang ke perumahan ini masih jalan tanah, kalau  hujan becek, untuk mendapatkan air kami beli diperumahan sebelah.”jelasnya.

Mulkansyah, Ketua LSM NCW Provinsi Kepri mengatakan.”Informasi yang saya terima, BP Batam untuk menbangun rumah tersebut mengajukan proposal pada Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia (Kemenpora RI) sebanyak 3000 unit rumah sangat layak huni. Namun baru teraliasi 100 unit rumah, sesuai dengan informasi yang berkembang, proyek rumah tersebut sarat dengan masalah.”ujarnya.

Pihaknya berharap pada Kejaksaan dan KPK untuk turun tangan memeriksa instansi yang bersangkutan terkait hal ini.”Terutama BP Batam yang bertanggungjawab atas hal ini, kasihan masyarakat, sudah susah jangan dipersusah lagi.”pintanya.

Sementara, seorang kasi bagian Direktur perumahan rakyat BP Batam Prio dikonfirmasi awak media ini diruangannya kerja mengatakan.”Proyek rumah tersebut tidak ada masalah, kalau ada masalah tentu kami sudah diperiksa oleh lembaga instansi penegak hokum. Semua pekerjaan  kami di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Kalau ada masalah tentu kami akan diperiksa, sampai saat ini hal itu-kan nggak ada.”katanya.

Terkait pengajuan proposal pembangunan rumah sangat layak huni 3000 unit pada Kemenpora, ia  menbenarkan hal itu.”Memang PB Batam pernah mengajukan permohonan proposal pada Kementerian perumahan rakyat agar diberikan bantuan pembangunan rumah sebanyak 3000 unit  rumah untuk rakyat Batam tahun 2013 lalu. Akan tetapi permohonan bantuan tersebut sampai sekarang tidak terealisasi. Yang terealisasi hanya 100 unit rumah tipe 21yang terbangun sekarang memakai uang swasta, kami bekerjasasama dengan swasta, bapak Rustam. Kalau mau tahu lebih lanjut, bapak konfirmasi ke pak Rustam sehingga jelas persoalannya.”saran Prio.

Rustam yang disebut sebagai penanggungjawab dari pembangunan rumah diatas, di konfirmasi  awak media melalui SMS ke ponselnya menjawab.”Penanganan masalah, sudah di DitPam OB, jadi konfirmasi ke sana saja. Isu-nya berantakan, padahal jalan seperti  biasa.”jawabnya melalui pesan singkat.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 05 Des 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek