' '
| | 637 kali dibaca

Warga Jl Tambak Protes Sampah Dua Hari Tak Diangkut

Sampah di Jl Tambak telah dua hari tak diangkut. Foto, Kamis 25 Juli 2013 (aliasar, radar kepri.com)

Sampah di Jl Tambak telah dua hari tak diangkut. Foto, Kamis 25 Juli 2013 (aliasar, radar kepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Belum sampai dua bulan kota Tanjungpinang meraih piala Adipura untuk katergori kota sedang terbersih di Indonesia. Hari ini, Kamis (25/07) sampah mulai berserakan hampir disetiap sudut dalam kota. Tumpukan sampah semakin parah terbiar. Seperti di Jl Tambak, di ruas jalan ini terdapat 12 tumpukan sampah tak kunjung di angkut mobil dinas kebersihan kota Tanjungpinang.

Bukan hanya di Jl Tambak sampah menumpuk, diruas jalan dalam kota dan jalan lingkungan seperti di Jl Potong Lembu, Jl Bakar Batu, Jl Temiang, Jl Gambir hingga Jl Tugu Pahlawan di kawasan Meja 7 juga “gunung” sampah menumpuk menebar aroma busuk.

Ati (39) seorang warga Jl Tambak, terlihat geram dan emosi melihat setiap hari tumpukan ber-aroma busuk yang berasal dari tumpukan sampah yang ada disamping toko tempat dia berjualan. Ati kemudian sengaja mendatangi awak media ini kesatu tempat kedai kopi yang tak jauh dari lokasi tempat tokonya.

Setibanya dikedai tersebut, Ati langsung menjumpai awak media ini dan menyampaikan.”Tumpukan sampah yang menggunung dilokasi tempat saya berjualan sudah 2 hari tak diangkut mobil dinas kebersihan. Sehingga menimbulkan aroma busuk sampah. Akibatnya pembeli tak mau datang untuk membeli dagangannya. Sementara iuran wajib di bayar.”kesal Ati.

Kemudian Ati minta tolong kepada awak media ini, untuk mengabadikan foto sampah.”Agar walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH, melihat bagaimana kondisi kebersihan yang sebenarnya yang terjadi dalam kota yang dipimpinnya ini.”kata Ati.

Dukungan agar persoalan sampah ini di ekspos disampaikan Angi (45) juga warga Jl Tambak.”Foto saja besar-besar pak, supaya Walikota itu tahu apa saja kerja anak buahnya dilapangan. Masa, sampai 2 hari sampah di biarkan menumpuk macam ini.”heran Angi.

Pantauan awak media ini dilapangan, tumpukan sampah bukan hanya di Jl Tambak. Namun hampir sebagian besar sampah berserakan dalam kota ini. Sepertinya, kantor kebersihan, pertamanan dan pemakaman hanya bekerja keras sebelum meraih Adipura. Setelah Adipura direbut, sampah tak di urus lagi dan dibiarkan “menggunung”. Hal ini tentu saja diharapkan menjadi masukan bagi tim penilai Adipura sebelum benar-benar memberikan penghargaan terhadap kota yang dinilainya. Selama ini, tim Adipura terkesan dibohongi atau memang sengaja dibiarkan dibohongi dengan tidak pernah mendengar aspirasi warga terkait kinerja dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 25 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda