' '
| | 808 kali dibaca

Warga Heran, Walikota Biarkan Tambang Ilegal Merajalela

Aktiftas tambang bauksit ilegal di Tanjung Lanjut, Senggarang, Jumat 19 Juli 2013. (foto aliasar, radarkepri.com)

Aktiftas tambang bauksit ilegal di Tanjung Lanjut, Senggarang, Jumat 19 Juli 2013. (foto aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Mekipun dalam suasana bulan suci Ramadhan, aktifitas pengusaha tambang bijih bauksit ilegal tak surut. Bahkan semakin “gila” dalam menjarah isi perut bumi Segantang Lada ini. Buktinya, Jum’at (19/07) puluhan mobil damtruck bemuatan bijih bauksit mondar-mandir melintasi jalan umum Senggarang. Dumptruck ini dengan bebas mengantarkan muatanya ke 2 unit tongkang yang sedang bersandar di Sei carang. Sekitar 200 meter dari jembatan Gugus Engku Hamidah, Jl Daeng Celak kilometer 8 kota Tanjungpinang.

Hal ini terlihat di saat awak media ini melakukan investigasi ke lokasi-lokasi tambang yang ada di daerah Senggarang. Seperti Tanjung Lanjut, Sei Timun dan Bukit Ketam,Tanjung Sebauk serta Senggarang Besar. Termasuk daerah Dompak milik Junaidi yang mendapat izin dari Tuhan itu.

Kemudian terlihat juga para penjarah biji bauksit tersebut, semakin beringas seperti orang kerasukan, tanpa mengenal waktu. Mulau dari pagi, siang, malam dan subuh, mereka. Para penjual tanah air ini semakin leluasa ”merampok” hasil daerah ini, seakan-akan sudah tidak mengenal hukum dan Undang-undang di negeri ini. Pulau Bintan, khususnya kota Tanjungpinang seperti rumah tak bertuan.

Hampir seluruh pengusaha tambang illegal berlomba-lomba mengeruk mengeruk perut pulau Bintan dan Kota Tanjungpinang ini. Akibat ulah “penjahat” lingkungan itu, hampir 70 persen bumi Segantang Lada ini menjadi porak poranda. Seperti di Tanjung Lanjut, dilokasi milik yang disebut-sebut milik seorang pengacara benama Saragih. Lahan yang dulunya terlihat hijau karena ditumbuhi pepohonan yang rindang. Kini terlihat seperti gurun tandus, hawa lingkungan yang dulu dingin dan nyaman kini telah berubah menjadi kering dan panas.

Anehnya, mekipun maraknya aktifitas “perampokan” dan penjarahan yang di lakukan para pengusaha tambang illegal itu. Hingga hari ini, belum satu-pun yang ditangkap dan diproses secara hukum oleh polisi. Entah mengapa aparat penegak hukum di negeri ini tak satupun yang berani menangkap penjahat lingkungan ini. Bahkan, para oknum wartawan juga disumbat, hanya dengan amplop berisikan uang 200 ribu saja sudah tumpul tulisannya.

Terkait Uang Tutup Mulut (UTM) untuk media ini terungkap ketika Radar Kepri singgah di sebuah kedai kopi di Tanjung Lanjut, sebut saja namanya An (40) warga Dompak, ketika media ini menanyakan siapa pemilik tambang yang sedang beroperasi itu menuturkan.”Kalau yang di Tanjunglanjut ini banyak bang. Kalau yang ini milik Basri, Kalau yang di dekat jembatan itu milik seorang pengacara yang bernama Saragi. Di sebelahnya milik Simin dari PT Harap Panjang, yang di Tanjung Sebauk Jimi, termasuk yang Sei Carang itu di kuasai oleh Cori.”ujar An.

Ditambahkan An,”Semua penambang itu memakai minyak solar subsidi. Yang mengantarkan minyak subsidi tersebut oknum-oknum aparat bang. Mana mungkin masyarakat biasa. Kalau abang tidak percaya duduk saja disini tiap hari.”Kata An sambil menunjuk tempat tambang tersebut..

Masih An melanjutkan.”Kita-pun heran bang, semenjak Lis dilantik menjadi Walikota. Para penambang ini, semakin merajalela. Memang, sebelum Lis dilantik para pengusaha tambang ini dari dulu sudah ada, tapi tak separah ini.”tutur An.

Masih menurut An.”Kalau sekarang, pengusaha tambang lebih leluasa. Sudah tidak mengingat lingkungan lagi. Lihat saja setiap sudut di Tanjungpinang ini, biasanya warna hijau dengan tumbuh-tumbuhan. Kini sudah berubah menjadi warna kuning kemerah-merahan.Dan lingkungan hancur lebur, sebentar lagi apabila pemerintah tidak bertindak, pulau Bintan bisa tenggelam.”Lanjut An.

Dilanjutkan An.”Mungkin menunggu musibah datang, barulah aparat hukum dan walikota bertindak.”tutup An.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 20 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek