' '
| | 1.613 kali dibaca

Wan Syamsi Tak Bisa Hentikan Truk Tambang Bauksit Ilegal Hancurkan Jalan

Konvoi truk bermuatan bauksit yang ditambang secara ilegal bebas melintas di jalan raya, kawasan Bintan Center.

Konvoi truk bermuatan bauksit yang ditambang secara ilegal bebas melintas di jalan raya, kawasan Bintan Center, Jumat (27/12). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pertubuhan Putra Melayu Sejagat (PPMS) Kepri, Abdullah Mustafa. Minta Pemko kota Tanjungpinang menyediakan lahan untuk tempat parkir yang layak bagi masyarakat guna memudahkan pemilik kendaraan parkir. Jika tidak, maka kota Gurindam ini tidak akan ada perubahan.

Hal ini diungkapkan Abdullah Mustafa ketika di jumpai Radar Kepri di Akau Potongl Lembu, Jum’at (27/12). Abdullah Mustafa menilai kebijakan Pemko, melalui Dishubkominfo kota Tanjungpinang saat ini, melakuan penggembokan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan belum tepat.

Karena, kata Abdullah Mustafa.”Lahan parkir belum ada, jadi dimana kendaraan akan parkir. Seharusnya bukan tindakan seperti ini yang harus dilakuan oleh pemko. Sediakan dulu lahan parkir yang layak untuk masyarakat. Apabila lahan parkir sudah di sediakan, jika pemilik kendaraan tetap saja memarkirkan kendaraanya, baru di tindak tegas.”Ujarnya.

Kemudian lanjut Abdullah Mustafa.”Kalau saya nilai tindakan yang dilakukan Dishubkomimfo saat ini, keja main-main. Kenapa tidak ?. Lihat saja dalam beberapa hari ini petugas tidak akan bisa bertindak tegas terhadap pemilik kendaraan yang parkir di badan jalan. Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Jika tidak di bolehkan parkir dibahu jalan, dimana mereka parkir.”Tanya Abdullah Mustafa.

Abdulah Mustafa 1

Abdulah Mustafa,

Selain itu Abdulah Mustafa menambahkan.”Makanya kota Tanjungpinang ini amburadul. Mereka parkir dibahu jalan dilarang. Sementara mobil truck yang bermuatan bijih bauksitl hasil pencurian di bebaskan melenggang melintasi jalan umum. Apakah ada keadilan namanya tu. Apakah mereka mendapat fee dari para “perampok dan penjarah” hasil mineral bumi Segantang Lada ini.”Tanya Abdulah Mustafa.

Terkait dengan dugaan maraknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh petugas parkir di kota Tanjungpinang, Abdulah Mustafa juga meminta Dishubkominfo Tanjungpinang.”Hendaknya, memungut uang parkir harus dengan karcis, supaya jelas pemasukan ke PAD kota Tanjungpinang. Kalau seperti inikan kurang jelas. Begitu juga dengan petugasya, harus dibekali Kartu Tanda Angggota (KTA) parkir, itu baru berbenah namanya.”Pintanya

Pantauan awak media ini dilapangan, puluhan mobil truck bermuatan bauksit masih bebas melintasi jalan raya. Adapun rute jalan raya yang dilintasi truck tersebut mulai dari Jl Hanjoyo Putro di Lembah Asri, lokasi Bintan Centre hingga jalan baru batu 8 atas. Terlihat juga di Jalan Hanjoyo Putro telah banyak yang pecah-pecah dan berlobang, karena gilasan mobil truck yang bermuatan bauksit.

Informasi yang diterima awak media ini dilapangan Jum’at (27/12), bebasya mobil truck bermuatan bijih bauksit itu, melintasi jalan umum. Karena pihak Dishubkominfo kota Tanjungpinang menerima uang fee setengah dolar US per-tonya.

Terkait adanya tudingan miring berupa upeti hingga penambang illegal di kawasan Lembah Asri itu bebas memakai jalan raya. Drs Wan Syamsi MT di konfirmasi Radar Kepri via ponselunya, Jum’at (27/12) membantah tudingan itu.”Maaf ajalah, saya nak menerima uang seperti itu. Pantang nenek buyut saya mau menerima uang hasil bauksit itu.”Katanya.

Masih Wan Syamsi.”Jika memang ada saya menerima uang di bauksit itu. Tolong beritakan besar-besar, supaya masyarakat tahu. Namun, hingga saat ini saya tidak pernah menerima uang dari pengusaha bauksit mana-pun.”Tegasnya, tanpa merinci alasannya tak kunjung menghentikan truk bermuatan bauksit bebas melenggang di jalan umum.

Terkait dengan Petugas parkir yang tidak dilengkapi KTA atau karcis, Wan Samsi akan membenahi dalam jangka waktu dekat ini.”Saya akan membenahinya.”Janji Wan Syamsi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 27 Des 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda