'
| | 1.193 kali dibaca

Walikota Harapkan Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di PT Pelindo I Tpi

Walikota Tanjungpinang foto bersama usai penyerahan intensif.

Walikota Tanjungpinang foto bersama usai penyerahan intensif.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Urusan PT Pelindo I cabang Tanjungpinang (Tpi) dengan Pemko Tanjungpinang terkait temuan BPK agar perusahaan plat merah menyerahkan Rp 3 Miliar ke Pemko Tanjungpinang tahun 2013 lalu. Kini, PT Pelindo I Tanjungpinang berulah lagi dengan menaikan tariff masuk (pas) dari Rp 5000 ke Rp 7000 tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang.

Arogansi PT Pelindo I Cabang Tanjupinang ini menyulut emosi Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH.”Masyarakat kota Tanjungpinang tidak perlu pelabuhan milik Pelindo, tanpa Pelindo masyarakat tidak akan ngaruh, kita bisa pergunakan Pelabuhan Pelantar I dan Pelantar II.”kata Lis sapaan H Lis Darmansyah SH.

Dengan nada tinggi, Lis menyambung.”Jika memang nekad Pelindo menaikan tarif tanpa koordinasi, pintu masuk pelabuhan saya pagar, kalau tidak saya pagar, Jangan sebut nama saya Lis Darmansyah,”Kesal Lis Darmansyah SH kepada pewarta usai menyerahkan uang insentif RT/RW di halaman Gedung Arsip kota Tanjungpinang, Jum’at (23/10).

Lis menjelaskan, ada tahapan-tahapan untuk menaikkan tarif. Kepada Manager yang baru memimpin, dia harus mengerti terlebih dahulu karakter masyarakat di Tanjungpinang ini.”Jangan seenaknya saja menaikkan tarif pas pelabuhan yang nantinya berujung pertanyaan terhadap masyarakat, seolah-olah memiliki otoritas, seenaknya saja mengambil kebijakan.”tuturnya dengan muka merah.

Masih kata Lis.”Bisa saja Pemko Tanjungpinang, dalam hal ini saya selaku walikota melakukan penutupan pelabuhan. Nanti kita tutup saja jalan masuk Pelindo itu dan kita pakai saja pelabuhan pelantar I dengan menawarkan kapal-kapal yang masuk secara gratis.”tutur Lis.

Dengan begitu, tambahnya otomatis kapal-kapal pengangkut penumpang akan tertarik untuk datang ke pelabuhan pelantar I dan masyarakat yang masuk-pun tanpa dipungut biaya (gratis).”Bisa saja saya buat seperti itu.”kata Lis.

Ketika ditanya apakah Pemko, akan menemui pihak Pelindo terkait dengan hal tersebut, Lis memaparkan, justru Lis mengatakan Pemerintah yang perlu Pelindo atau Pelindo yang perlu Pemerintah.”Jika tarif itu naik tanpa diberitahukan kepada saya, nantinya masyarakat akan bertanya dan mau jawab apa saya.”ungkapnya.

Intinya, menurut Lis.”Pelindo itu harus tahu dimana dia berada, ibarat kata orang harus mengerti masuk ke kampung orang. Pelindo sudah banyak mengambil keuntungan dari pemerintah daerah kota Tanjungpinang,”Ujar Lis.

Lis mengaku tidak mengerti apa tujuan PT Pelindo menaikan tarif tersebut, hanya mengharapkan keuntungan ?. Padahal tahun 2013 lalu ada sekitar 3 Milyar uang temuan, Badan Pemeriksa Keuangan yang seharusnya diserahkan ke Pemko Tanjungpinang.”Namun hingga saat ini uang itu belum diserahkan, kemana uang itu. Apa alasanya menahan uang itu.”heran Lis.

Lis juga berharap kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, segera mengusut dana pemko yang belum diserahkan PT Pelindo kepada Pemko Tanjungpinang itu.

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai kepala PT Pelindo Cabang Tanjungpinang yang baru beberapa hari menjabat ini,(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 23 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Comment for “Walikota Harapkan Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di PT Pelindo I Tpi”

  1. budak degil

    mudah2an bukan retorika semata…..

Komentar Anda

Radar Kepri Indek