' '
| | 916 kali dibaca

Wako Diminta Meninjau Ulang Keberadaan Sekolah Pelnusa

Kemactan di depan sekolah Pelnusam Jl Basuki Rahmat pada Rabu 21 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Kemactan di depan sekolah Pelnusa Jl Basuki Rahmat pada Rabu 21 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang,Radar Kepri-Dishubkominfo dan Kepolisian kota Tanjungpinang tak kunjung mampu menindakan tegas pada pemilik kendaraan yang parkir di jalan umum. Buktinya, hingga hari Rabu (21/08) sejumlah titik di jalan-jalan utama dalam kota masih terlihat jejeran kendaraan yang parkir di badan jalan, akibatnya arus lalulintas dalam kota macet.

Seperti yang terjadi di Sekolah Pelita Nusantara (Pelnus) di bilangan Jl Basuki Rahmat kilometer 4 samping lapangan Pamedan. Arus lalu lintas macet total, mulai dari arah kantor Samsat kota Tanjungpinang hingga jalan simpang Jl Bukit Barisan. Kemacetan parah selalu terjadi, pengguna jalan lainya kesulitan untuk menyeberang di jalan tersebut.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi ke lokasi sekolah milik Desmon Goh tersebut, Rabu (21/08) sekitar pukul 15 12 Wib. Di lokasi Pelnus tersebut, terlihat kendaraan di sepanjang jalan itu berjejer parkir, sehingga jalan itu menjadi sempit. Tak terlihat satu orang-pun, petugas dari Dishub maupun petugas kepolisian yang terlihat. Hanya 2 orang Satpam sekolahan yang sibuk mengatur arus lalu lintas tersebut.

Seorang ibu-ibu paruh baya yang sedang membimbing putranya yang sekolah di Pelnusa tersebut terlihat kesal. Karena sudah 10 menit dirinya mau menyeberang jalan namun tidak bisa, karena jalan itu dipadati oleh kendaraan.

Kemudian Radar Kepri mengha,piri, menyapa ibu paruh baya itu.”Dari mana bu.”tanya media ini, Ibu paruh baya itu menjawab.”Dari jemput anak, sekolah disini, susah betul menyeberang jalan, karena kendaraan banyak parkir di jalanan. Sehingga setiap hari macet, mau menyeberang jalan saja kita susah.”Kesal ibu itu.

Masih kata ibu paruh baya itu.”Seharusya petugas yang berwenang seperti kepolisian dan petugas Dishub ada disini untuk mengatur lalulintas. Jangan terima gaji saja yang cepat, kerja lambat.”gerutunya.

Masih dengan nada kesal, ibu tersebut menambahkan.”Begitu juga dengan pemerintah kota yang di pimpin oleh H Lis Darmanysah SH. Komitmen dong janjinya sebelum  menjadi walikota. Jalan ini bukan milik nenek moyang pemilik Pelita Nusantara. Ini-kan Jalan umum.”Kesal ibu itu.

Pihak Pemko hendaknya meninjau ulang ijin sekolah Pelnusa yang semakin mengembangkan tingkat pendidikannya. Jika pada awalnya, hanya untuk tingkat TK dan SD, kemudian berkembang menjadi SMP dan SMA. Tentu saja jumlah wali murid siswa yang menjemput dan mengantar putra-putrinya bertambah, Yang berdampak kemacetan semakin parah pada jam-jam pengantaran dan penjemputan murid-muris di Pelnusa tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 21 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

2 Comments for “Wako Diminta Meninjau Ulang Keberadaan Sekolah Pelnusa”

  1. Putra Melayu

    yang punya sekolah tu bukan Desmon lah.. tapi Suryatati A. Manan, mantan wako Tanjungpinang. Dan ini bukan rahasia umum lagi….

  2. iya tinjau ulang itu, bila perlu RELOKASI!!!
    buat SEMAK doang itu sekolah!

    MACEEEET

Komentar Anda