' '
| | 2.642 kali dibaca

Wakil Rakyat Dari Partai Demokrat Terluka di Kepala

Gara-gara Krisis Litrik Tanjungpinang

Andi Ginta Asmara, anggota DPRD Kota Tanjungpinang (baju biru) yang terluka pada bagian kepala usai pembubaran paksa demo di PLN,

Andi Ginta Asmara, anggota DPRD Kota Tanjungpinang (baju biru) yang terluka pada bagian kepala usai pembubaran paksa demo di PLN,

Tanjungpinang, Radar Kepri-Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai Demokrat, Andi Ginta Asmara terluka pada bagian kepala ketika Polres Tanjungpinang membubarkan secara paksa para demonstran yang mengepung kantor PLN Kota Tanjungpinang, Selasa (19/05).

Andi Ginta Asmara merupakan satu dari 3 korban yang terluka dalam insiden pembubaran demo yang berlangsung sejak pagi.”Noviandra alias Era, wartawan sebuah media online serta seorang ibu-ibu juga terluka ketika pembubaran pendemo berlangsung tadi jam 19 00 Wib.”sebut seorang rekan Andi Ginta Asmara yang menghantarkannya ke RSAL Midyanto Tanjungpinang.

Sekitar pukul 19 45 Wib, usai mendapat jahitan dikepalanya yang robek, Andi Ginta Asmara kemudian menggelar konfrensi pers.”Pak Kapolres tidak memerintahkan cara-cara seperti ini dalam membubarkan masa dilapangan. Namun anak buahnya yang menerapkan cara-cara yang keras dilapangan. Ini yang kita sesalkan.”tutur Ginta sambil menaiki mobil.

Insiden demo akibat ulah PLN Tanjungpinang yang seringkali mematikan aliran listrik ini masih berlanjut. Sejumlah petinggi di ibu kota Kepri, Tanjungpinang menggelar pertemuan mendadak di Gedung Daerah membahas krisis listrik berujung demo rusuh ini.

Sementara itu di Jl Bakar Batu, kantor PLN Tanjungpinang, ratusan polisi bersenjata lengkap juga masih disiagakan, sebagian anggota Polres Tanjungpinang dikerahkan ke Gedung Daerah guna mengawal pertemuan “darurat” menyikapi kerusuhan pasca pembubaran demo tersebut.

Hingga berita ini dimuat, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 19 Mei 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda