| | 891 kali dibaca

Wabup Sebut Ada SPBU Yang Diduga Selewengkan BBM

SPBU foto Net

Sebuah SPBU yang kerap kehabisan BBM.

Karimun, Radar Kepri-Raja Asli, sekretaris Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Karimun menuding SPBU di Karimun terlibat permainnan penyeludupan minyak. Pihaknya akan harus bertindak supaya krisi bahan bakar minyak (BBM) di Tanjungbalai Karimun segera teratasi.

Penegasan ini disampaikan Raja Asli ketika dijumpai Radar Kepri, Jumat (21/02) ketika dimintai tangggapnya terkait krisis BBB di kabupaten berjuluk Bumi Berazam ini. Sekarang kelangkaan BBM di Karimun sudah mulai parah. Namun tidak di ketahui apa penyebabnya, padahal secara keseleruhan kuota BBM untuk Karimun masih lebih di Pertamina.
Wakil Bupati Karimun, Ainur Rafiq saat di konfirmasi setelah selesai rapat monitoring evaluasi BBM mengatakan.”Kita belum bisa pastikan kenapa kelanggakan BBM kembali terjadi di Karimun. Hasil rapat monitoring evaluasi kuota BBM kita di Karimun pada tahun 2013 untuk preminium sebanyak 80 ribu Kilo liter, minyak tanah sekitar 23 ribu kilo liter, sementara solar sebanyak 23 kiloliter, dan kuota ini masih sama dengan kuota untuk tahun 2014.”terangnya.

Dilanjutkan Wabup.”Dalam mengatasi kelangkaan ini, kita akan APMS hanya boleh menjual BBM ke kios yang ada izin. APMS tidak di perbolehkan menjual minyak ke kios yang tidak ada izinya. Kita akan mendata ulang kios kios yang memilki izin, sehinggga nantinya tidak terjadi kelangkaan.”bebernya.

Masih Wabup.”Saya juga heran, kenapa di SPBU habis minyak tetapi di pengecer masih ada minyak, ada apa ini ? Di sini ada kita temukan dugaan penyelewenga, tetapi saya tak bisa katakan SPBU di Karimun melakukan permainan. Makanya, minggu depan kita akan panggil para penyalur minyak di Karimun, dan itu ada tujuh penyalur.”kata Wakil Bupati Karimun.
Berdasarkan rapat evalusi kuota BBM untuk Karimun masih berlebih di pertaminan, dimana kuota untuk preminium ini masih lebih sekitar 1539 ribu kilo liter, Minyak tanah sekitar 6300 kilo liter dan solar sekitar 2000 kilo liter.

Maraknya pengguna motor besar yang melakukan pengisian minyak secara rutin, diduga salah satu penyebab kelangkaan BBM di Karimun. Surat edaran sekda Karimun yang melarang motor 100 cc harus di isi di bawah 7 liter/hari. Tapi fakta di lapangan motor 100 cc selalu mengisi minyak di atas 10 liter berulang kali.
Pantauan media ini di lapangan, para pengecer minyak ilegal ini menjalankan aksinya dengan cara mengantri di SPBU dan mengisi full. Setelah itu, mereka mengosongkan tangki tidak jauh dari SPBU dan di isi dalam jerigen dan mengantri lagi. Salah satu pengecer ilegal  tersebut mengaku di saat media ini ikut dalam antrian menyatakan.”Mereka mampu 8 sampai 15 kali ikut dalam antrian dalam satu hari. Untuk Karimun ini sendiri di perkirakan ada 200 motor 100 cc yang ikut mengatri.
Tetapi petugas SPBU menutup mata dan terkesan membiarkanya begitu saja, salah satu petugas SPBU ketika di tanya kenapa di isi lebih dari 10 liter. Dengan cetus menjawab.”Masih banyak BBM.”ucapnya.
Pantauan di lapangan, para pengecer ilegal ini memberikan uang kepada petugas SPBU dengan cara melebihkan jumlah uang yang harus di bayarkan kepada petugas SPBU. Kadang ada juga pengecer ilegal ini memberikan sebungkus rokok dan minuman ringan.

Rianto salah satu warga mengaku sangat di rugikan dengan adanya para pengecer minyak ilegal ini.”Karena aktifitas saya terganggu, sebab harus antrian. Padahal para pengecer ilegal itu mencari makan dari sini. Sebenarnya kita tidak keberatakan kalau memang mereka harus di biarkan begitu pihak SPBU. Sbaiknya memberikan 1 terminal khusus untuk para pengecer ilegal itu biar kita yang terganggu.”kata Rianto.(jantua dolok saribu)

Ditulis Oleh Pada Jum 21 Feb 2014. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek