'
| | 1.890 kali dibaca

Wabah Malaria Cemaskan Warga Anambas

W, pekerja pulau Bawah asal Pati, Jateng di Anambas yang meninggal akibat Malaria.

W, pekerja pulau Bawah asal Pati, Jateng di Anambas yang meninggal akibat Malaria, Selasa (30/09).

Terempa, Radar Kepri-APBD melimpah, hingga menembus angka Rp 1 Triliun lebih di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), ternyata tidak menjamin warga bebas dari penyakit klasik, malaria. Bahkan, wabah malaria di kabupaten pimpinan Tengku Muhtarudin ini mulai membuat rakyat Anambas cemas.

Penyakit yang menular akibat gigitan nyamuk ini menjadi sorotan tajam pada Dina Kesehatan, pimpinan Said M Damrie. Lihat saja di Puskesmas Tarempa, saat ini terdapa 5 orang pasien positif malaria, jumlah ini menurun dibandingka beberapa hari sebelumnya yang mencapai orang15 pasien.

Setelah menerima perawatan medis di Puskesmas Terempa, pasien yang tadinya di rawat sudah di pulangkan. Untuk sekarang, pasien yang mengidap malaria masih 5 orang pasien yang membutuhkan perawatan Intensif.

Penyakit malaria yang menyebar akibat gigitan nyamuk, ternyata telah merenggut nyawa seorang pekerja di Pulau Bawah,berinisial  W, meninggal Selasa (30/09) sekira pukul 02 00 Wib. Jenazah W kemudian di visum, dari hasil visum tersebut korban positif terkena penyakit Malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Said M Damrie di jumpai awak media di puskesmas mengatakan.”Korban W, meninggal di karenakan Malaria. Itu di lihat dari hasil visum bahwa korban positif terjangkit malaria. Korban yang meninggal ini kita sudah boking pesawat untuk di pulangkan ke kampung halamannya ke daerah Pati, Jawa Tengah.”jelas Kadinkes.

Masih Said.”Saya baru melayangkan surat kepada dinas terkait, seperti pariwisata karena yang meninggal adalah pekerja di pulau Bawah. Jadi berkaitan dengan pariwisata, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dengan lingkungannya. Penyebab malaria ini di sebabkan cela-cela batu ada air yg tergenang dan itu yang menimbulkan Nyamuk merajalela dan menyebarkan penyakit malaria di tubuh manusia.”jelasnya.

W merupakan korban pertama yang meninggal akibat malaria, namun tidak tertutup akan berjatuhan korban lainnya jika Dinas Kesehatan dan Bupati Anambas hanya diam. Pasalnya, pulau Bawah hanya satu daerah rawan malaria di Anambas. Terdapat beberapa daerah lain yang di anggap rawan endimik malaria, diantaranya Siantan Tengah, Nyamuk dan Siantan Selatan.(yuli)

Ditulis Oleh Pada Sel 30 Sep 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek