| | 608 kali dibaca

Usut Panitia MTQ Nasional Yang Jual Lapak ke PKL

Para pedagang sedang melaporkan ke ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Alan Suarsad.

Para pedagang sedang melaporkan ke ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Alan Suarsad.

Batam, Radar Kepri-Persiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (BY) terharu dengan meriahnya acara MTQ Nasional ke XXV yang berlangsung di Provinsi Kepri, kota Batam. Namun ada sisi negatf muncul, pasalnya masyarakat merasa tertipu akibat ulah oknum yang mengatasmakan pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM) pada pedagang kaki lima (PKL)  yang memanfaatkan situasi dengan menjual lapak dagang dengan nilai Rp 18 juta sampai Rp 6,5 juta. Lapak dijanjikan dengan fasilitas siap huni, namun setelah uang diserahkan, ternyata tidak sesuai dengan janji.

Hal ini diungkapkan para pedagang kepada awak media ini, yang beritanya di ekspos media ini pada Rabu (04/06 lalu.”Masak mengatas manakan UKM, tetapi lapaknya di sewakan setinggi langit.”celoteh para pedagang pada media ini Sabtu (14/06).

Menurut para pedagang yang hari ini berakhir kontrak lapaknya, tempat mereka menjajakan dagangannya.”Banyak kekurangan yang kami rasakan di sini, sewa lapak semahal ini. Air disini susah, selain itu lampunya juga sering mati. Tadi lampu semua mau dimatikan, sekitar jam 13 00 Wib, padahal kontrak kita sampai tanggal 14, sesuai dengan perjanjian kontrak, tapi karena kita berontak kembali lampunya di hidupkan.”ungkap pedagang.

Ditambahkan pedagang.”Pada hari ini, kami bersama-sama pedagang yang menyewa lapak disini menggalang tandatangan, minta kasus ini segara di usut melalui rekan-rekan LSM. Sewa lapak yang mengatasmakan UKM dengan harga yang mencekek leher, tidak wajar. Selama berjualan, di acara MTQ ini omzet kami saja tidak bisa mengembalikan sewa yang telah kami berikan pada pengelola lapak ini.”ujarnya.

Allan Suarsad, sekrataris Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Provinsi Kepri sangat mendukung langkah pedagang usaha kecil menengah yang merasa dirugikan tersebut.”Apa lagi ini acara religious namun dimanfaatkan oleh para oknum yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi.”jelasnya.

Pihaknya siap membongkar semua kasus yang berhubungan dengan memomen MTQ  Nasional yang ke XXV 2014 ini.”Baik proyek fisik pembangunannya, maupun proyek non fisik yang dibiayai APBD maupun dana APBN. Ini tidak boleh dibiarkan, acara keagamaan ini diselewengankan untuk kepentingan sekelompok orang yang ingin memperkaya diri pribadinya masing-masing dengan memfaatkan para dengan cara yang  tidak benar.”cetusnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Dekopinda kota Batam, Jepri De Djong yang sangat menyayangkan hal ini yang dilakukan oleh panitia pelaksana acara MTQ Nasional.”Inikan acara ke agamaan Nasional yang seharus di jaga, jangan sampai di nodai. Kalau ada keluhan dari masyarakat seperti ini, berarti acara tersebut ternoda dan tidak rasional.”katanya.

Pihaknya minta pada usaha menengah yang merasa dirugikan bersama-sama membuat laporan.”Kita siap mendampingi mereka, menjumpai panitia yang menjual belikan lapak tersebut. Nanti ketauan siapa biang keroknya yang membisniskan acara MTQ Nasional yang religius ini untuk kepentingan kelompok tertentu dengan mengatasmakan UKM.”paparnya.

Sementara itu, salah seorang penitia MTQ Nasional ke XXV dari Dinas Parawisata Provinsi Kepri, Guntur sakti terkait hal di atas  mengatakan.”Yang mengurus stand bazaar UKM di koordinir oleh dinas Perindag Provisni Kepri dan UKM Provinsi dan Dinas UKM kota Batam. Silahkan konfirmasi pada mereka, sedangkan saya mengurus pemeran peradaban islam dan PPKI, thanks.”tulisnya. Sejauh ini awak media ini belum berhasil menjumpai dinas Peridag Provinsi Kepri dan Dinas UKM Propinsi Kepri.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 15 Jun 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek