| | 928 kali dibaca

Uang Untuk Dibakar, Pemko Batam Rp 1,1 Miliar Pemprov Kepri Rp 2 Miliar

Yusfa Hendri, Wan Wibowo dan Yusril

Yusfa Hendri, Wan Wibowo dan Yusril

Batam, Radar Kepri-Kebiasaan Pemerintahan kota Batam dalam menyambut malam akhir tahun menyambut tahun baru  dengan menghambur-hamburkan uang APBD untuk di bakar alias pesta kembang api. Yang biasanya digelar dilapangan Engku Putri akan kembali terjadi akhir tahun 2013 ini. Pemko Batam akan mengabiskan uang untuk merayakan malam akir tahun sebesar Rp 1,1Miliar.

Hal ini di sampaikan oleh Yusfa Hendri pada cetak lokal yang ada diBatam beberapa waktu yang lalu. Pemborosan dengan dalih menyambut tahun baru 2014 iini mendapat tanggapan berbagai masyarakat Batam. Uang sebanyak itu perlu dipertanyakan dari mana asal-usulnya, APBD atau dari donatur-donatur.”Kalau dari donator, siapa yang mau menyumbangkan uang sampai satu miliar detingah-tengah himpitan ekonomi. Sementara Pemerintahan kota Batam untuk merayakan tahun baru membakar uang sebesar Rp 1,1 Miliar. Ini cukup luar biasa.”kata Wan Wibowo, ketua LSM Pemuda Nusantara Bersatu Provinsi Kepri di Batam Centre, Minggu (29/12).

Seharusnya, kata Wan Wibowo, pemerintahan kota Batam lebih memikirkan nasib masyarakat Batam yang masih banyak dibawah garis kemiskinan, tidak mampu. Sebagaimana diketahui masyarakat yang hidup di hinterlend di kota Batam banyak yang tidak mampu.”Sebaiknya dana yang akan digunakan untuk acara hura-hara itu d iberikan pada masyarakat tidak mampu tersebut.”ujarnya.

Sebenarnya masyarakat tidak mampu bukan hanya masyarakat hintrlend saja, di  perkotaan ini juga banyak anak-anak, jalan yang putus sekolah, karena tidak mampun bayar uang sekolah.”Lihat di persimpangan lampu merah, banyak pengemis berkeliaran, tentu akan lebih baik dana itu, sebesar Rp 1,1 Miliar itu digunakan  untuk pembinaan anak-anak  jalan dan pengmeis yang semangkin hari semakin berkembang dikota Batam. Karena anak jalanan itu juga manusia, cuman nasibnya saja kurang beruntung. Dari pada dana tersebut digunakan dengan mubazir dan dibakar, lebih baik digunakan untuk yang bermanfaat.”pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Lsm Barelang, Drs Yusril, melaui pesan singkat SMS via ponselnya.”Inilah kinerja “bobrok” mubazir Walikota Batam, acara malam tahun baru yang menghabiskan anggaran miliran rupiah yang tidak bermanfaat sosial dan ekonomi. Apalagi untuk kesejahteraan masyarakat. Dan sumber dana ini tentu perlu dipertnyakan dari mana sumber dana tersebut, dari kongkalingkong ataukah dari telip menilep ???.” tulisnya Yusril.

Sementara,  Kapala Dinas Prawisata dan kebudayaan kota Batam Yusfa Hendri yang dikonfirmasi sebelumnya  melalui handphonenya tidak mengangkat gagang ponselnya. Awak media ini mencoba kembali malakukan konfirmasi via, namun sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.

Jika pemko Batam mengalokasi anggaran Rp 1,1 Miliar untuk pesta kembang api, ternyat Pemprov Kepri menghabiskan uang Rp 2 Miliar untuk dibakar menyambut tahun 214 ini.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 30 Des 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek