| | 928 kali dibaca

Tim Lobi Jumpai Aktifis LSM Agar Batalkan Demo

Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan.

Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan.

Batam, Radar Kepri-Rencana aksi demo yang akan dilaksanakan aktifis LSM di kota Batam, Rabu (10/6) ternyata mendapat tanggapan serius Drs H Ahmad Dahlan. Diam-diam sang Walikota mengutus anak buahnya menjumpai ketua LSM Garda Indonesia kota Batam, Aldi Braga disalah satu restoran di kota Batam. Para aktifis LSM dilobi dan diminta tidak menggelar demo.

Informasi ini disampaikan Aldi Braga pada radarkepri.com melalui sambungan handphone selulernya, Selasa (09/06).”Beberapa orang anak buah Ahmad Dahlan menjumpai saya. Waktu bertemu, saya didampingi para anggota saya.”sebut Aldi Braga.

Walaupun mereka melobinya.”Tapi tidak akan menyurutkan aksi demo yang akan kami lakukan nanti. Sebagai aktifis LSM yang indipenden tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun. Terutama dalam melakukan sosial kontrol ditengah-tengah masyarakat dan menyampaikan aspirasi kami.”terangnya,

Karena, menurut Aldi Braga terlalu banyak dugaan korupsi dan kasus-kasus lainnya yang mengarah pada keterlibatan Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan. Selain korupsi yang merajalela dimasa kepeminpinan Ahmad Dahlan. Masih menurut Aldi Braga, Batam saat ini dalam situasi darurat Narkoba. Hal ini, bisa dibuktikan ditempat-tempat hiburan malam, di dalam diskotik-diskotik di kota Batam.”Peredaran narkoba seperti membeli kacang goreng, bahkan  Batam jadi tempat transit peredaran narkoba di Indonesia. Selain itu, Batam juga darurat prostitusi, dimana-mana tempat prositusi berkedok massage menjamur bak cendawan tumbuh di musum hujan. Bahkan ada yang “dilegalkan”, di wilayah Tanjung Uncang, Batu Aji. Yang di sebut Sintai.” Terangnya.

Informasi yang diterima tim LSM Garda Indonesia, masih kata Aldi Braga.”Walikota Batam diduga juga telah menjual beberapa pulau yang ada dikota Batam pada warga asing. Diantaranya  Pulau Penempan, Pulau  Pengelap, Pulau Tanjung Rame, Pulau Segayang. Sebagian ada di Pulang Galang, pulau ini diduga dijual pada warga Negara asing, seperti WN Singapura, Malaysia dan Australia.”ujarnya.

Dilanjutkan Aldi Braga.”Ada juga pulau Tunjuk yang telah dijual, hal ini disinyalir permainan  kolaborasi antara oknum kelurahan dan camat setempat. Kasus ini sudah dilaporkan ke Mabes Polri dengan nomor laporan : N0. Pol:TBL /75/II/2011/ Bareskrim Mabes Polri . Karena telah terjadi pembabatan dan penggundulan hutan mangrove, reklamasi pantai oleh orang asing  di Galang Baru.”bebernya.

Dalam hal ini, lanjut Aldi Braga, Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan harus bertanggungjawab sebagai pemimpin.”Kami menduga Walikota Batam ikut terlibat dalam hal itu atas kasus yang terjadi pada tahun  2011 itu.”timpalnya.

Karena itu.”Kami bersama-sama aktifis LSM yang ada dikota Batam akan melaporkan Walikota Batam, Drs H Ahmad Dahlan atas berbagai kasus di atas ke Mabas Polri. Agar perusak dan penjual pulau tersebut bisa mempertanggungjawaban perbuatannya.”tutupnya.

Sementara itu Walikota Batam yang di konfirmasi terkait tudingan diatas, melalui handphone selulernya, sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.

Herannya, walaupun ada sejumlah dugaan tindak pidana yang mendera Drs H Ahmad Dahlan sebagai Walikota Batam. Akan tetapi sang pemimpin Batam ini terkesan kebal hukum, buktinya sampai saat ini belum tersentuh hukum.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sel 09 Jun 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda