'
| | 1.063 kali dibaca

Tiga Rumah Hangus Terbakar Jadi Tontonan Warga

Kebakaran di Tanjung Unggat diduga akibat konsleting arus listrik.

Kebakaran di Tanjung Unggat diduga akibat konsleting arus listrik.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dalam tempo 2 jam, amukan si jago merah di RT 03 RW VII Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, kota Tanjungpinang melahap tiga unit rumah, Selasa (25/03). Meskipun tidak ada korban jiwa, 4 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang di miliki Pemko Tanjungpinang dikerahkan kelokasi kebakaran memadamkan api. Dugaan sementara api berasal dari konsleting harus pendek listrk.

Ketiga rumah yang terbakar, masing atas nama Sahari yang merupakan rumah permanen, 2 unit rumah lainnya terbuat dari kayu yang disewa ibu Dayak., Menurut keterangan Murni warga setempat yang melihat langsung kejadian tersebut, mengatakan.”Saya melihat, kebakaran terjadi sekitar pukul 01 30 Wib. Api berasal dari rumah kontrakan yang ditempati Ibu Dayak, beprofesi sebagai tukang urut tradisional, ketika kebakaran terjadi ibu Dayak sedang pergi.”Katanya.

Kemudian lanjut Murni.”Ketika api membesar, saya langsung berteriak ada kebakaran, dan warga berdatangan. Untung teringat ada seorang ibu yang bernama Suhaibah yang sedang sakit, langsung di keluarkan  oleh warga, kalau tidak, habislah terbakar.”Ujar Murni

Sahari, istri Samsu, korban pemilik salah satu rumah yang terbakar, di jumpai Radar Kepri di lokasi kejadian, mengatakan.”Habis semua pak, tidak satu-pun yang tersisa, karena tiba-tiba api langsung membesar, jadi kami tidak sempat mengeluarkan barang-barang.”Kata ibu satu anak itu terisak-isak menangis.

Sementara lanjut Sahari.”Suami saya sedang tidak berada di rumah, suami saya sedang berangkat ke Malaysia untuk kerja.”terangnya. Ketika ditanya untuk sementara mau tinggal dimana, ibu berkulit putih itu menjelaskan.”Saya tidak tahulah pak mau numpang dimana, buat sementara numpang di rumah saudara saja, mau kemana lagi.”Ujarnya sedih.

Pantauan Radar Kepri dilokasi kejadian, terliha di padati oleh warga yang menyaksikan kejadian, bahkan sebagian warga juga membatu petugas untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Selain itu, Kapolres Tanjungpinang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Patar Gunawan S Ik terlihat turun langsung ke lokasi beserta sejumlah anggotanya dan Satpol PP Kota Tanjungpinang, serta petugas dari Dishub untuk berjaga-jaga di lokasi kebakaran.

Begitu juga dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) kota Tanjungpinag Dimyath, ikut turun kelokasi kebakaran. Ketika dihampiri Radar Kepri, terkait dengan korban kebakaran tersebut, mengatakan.”Jika memang mereka korban kebakaran, tidak ada keluarga. Kita siap untuk menampung mereka. Namun jika mereka mau tinggal dirumah kerabat dan keluarganya, ya silahkan. Tapi jika tidak ada keluarga, kita siap menampung mereka.”Kata Dimyath.

Mawardi yang mengaku tokoh masyarakat setempat, sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dari Petugas Satpol PP mengawasi masyarakat yang menonton kebakaran.”Kita sudah melihat yang sudah terjadi musibah kebakaran  di Plantar KUD kemarin. Karena ramainya masyarakat menonton, mengakibatkan seorang anggota Satpol PP menjadi korban.”Katanya
Seharusnya lanjut Mawardi.”Kejadian seperti itu, menjadi pelajaran bagi petugas Satpo PP, bukan hanya sekedar tegak-tegak saja disini. Usir orang-orang yang tidak berkepentingan itu keluar, supaya tidak menimbulkan korban atau petugas pemadam tidak terhambat, untuk memadamkan api.”kesal Mawardi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 25 Mar 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek