' '
| | 821 kali dibaca

Tiga Jembatan Terancam Roboh Akibat Tambang Bauksit Ilegal

Tambang bauksit di Sei Carang pada malam hari, foto diambil Rabu 11 Juni 2013 pukul 19 43 Wib

Tambang bauksit di Sei Carang pada malam hari, foto diambil Rabu 11 Juni 2013 pukul 19 43 Wib.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pemeritah kota Tanjungpinang umumnya Provinsi Kepri kesulitan untuk menertibkan sejumlah pengusaha tambang yang di duga illegal berkedok cut and fill yang beroperasi di Sei Carang, Sei Timun dan Tanjung Sebauk, Senggarang, serta Dompak Laut. Buktinya, hinggaRabu (12/06) para penambang masih bebas melenggang beroperasi di Seicarang yang disebut-sebut milik Andi Cori.

Disaat media ini melakukan investigasi ke Senggarang, pada pukul 19 40 Wib terlihat puluhan mobil dumtruck yang bermuatan belasan ton biji bouksit itu. Terlihat bolak-balik menghantarkan muatanya ke atas tongkang yang sedang bersandar di bawah jembatan Gugus Engku Hamidah Sei Carang, di Jalan Daeng Celak kilometer 8 atas yang hanya berjara 100 meter dari belakang (RSUD) Prvinsi Kepri itu.

Ketika media ini menghapiri seorang karyawan dengan muka tertutup kain. Terlihat karyawan itu sedang memegang bendera untuk mengawasi mobil dumtruck yang melintasi jalan umum, menyapa awak media ini.”Ada apa mas.”tanya karyawan yang enggan menyebutkan namanya itu.

Kemudia awak media ini memperkenalkan diri, dari media Radar Kepri. Ketika menayakan siapa pemilik tongkang yang sedang loading, karyawan menjawab.”Yang loading ini bauksit milik pak Cori, Tapi saya tak tahu jugalah mas. Saya hanya bekerja disini, nanti kalau saya banyak bicara. Saya pula yang kena nanti.”kata kariawan tersebut.

Informasi yang diterima media ini dilapangan, sosok Andi Cori sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, baikpun penjabat Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepri. Karena pria yang akrab di sapa Cori ini seorang politisi dari PDI P/

Jika kepala daerah ini masih dijabat oleh yang di usung PDI P, tak satupun yang berani untuk menertibkan tambang ilegal ini apalagi untuk menutup.Begitu juga dengan para penegak hukum.”Jangankan Kapolres, Kapoda Kepri-pun bisa takluk dibuat para perusak lingkungan ini.” kata sumber media ini yang tidak mau namanya ditulis ini. Hinga berita ini ditulis, Andi Cori belum berhasil dijumpai untuk konfirmasi.

Dampak tambang bauksit, bukan hanya merusak lingkungan. Saat ini warna RSUP Kepri mulai memudar karena debu bauksit yang menempel akibat lalu lalangnya mobil pengangkut bauksit tersebut.

Kemudian, setidaknya ada 3 unit jembatan di kota Tanjungpinang ini yang terancam roboh akibat penambang bauksit tersebut. Yaitu, jembatan Gugus yang digali pondasinya. Kemudian jembatan II Dompak yang retak pondasinya dan jembatan III yang sudah hampir patah tiang besinya akibat dumptruk bermuatan belasan ton biji bauksit melenggang di atas jembatan tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 13 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda