' '
| | 1.758 kali dibaca

Tiga Dari Enam Korban Pompong Ditabrak KM Tri Sakti Berasal Dari Anambas

Korban pompong

Warga Anambas, Salim, Salvita dan istrinya Anisa yang menjadi korban karena pompongnya ditabrak KM Tri Sakti. Sabtu (02/08) siang tadi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Korban penumpang pompong milik Suryadi yang tenggelam akibat ditabrak Kapal Kargo KM Tri Sakti diperairan Kolam Bandar ujung Pelabuhan Kampung Bugis Sabtu (02/08/) sekitar pukul 10 30 Wib siang tadi bertambah menjadi menjadi 6 orang.

Tiga orang  diketahui berasal dari Kabupaten Kepulauan  Anambas (KKA), 3 o0rang warga Kampung Bugis, kota Tanjungpinang. Tiga korban warga KKA, masing-masing Salim (40) dan Anisa (32) istrinya, serta Salvita (5) anak dari pasangan Salim dan Anisa. Ketiga korban ini datang dari Kabupaten Kepulauan Anambas usai berkunjung kerumah kerabatnya di kampung Bugis.

Sementara 3 korban lainnya diantaranya, Dewi (34) dan Andi Nurmadiyah (32) serta Asmiati (40) merupakan warga Kampung Bugis kota Tanjungpinang. Korban yang sedang dirawat Dirumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Tanjungpinang itu, Anisa, Dewi dan Andi Nurmadiyah serta Asmiati.

Sementara Salim dan anaknya, Salvita tidak dirawat karena tidak mengalami cidera atau luka lainya. Salim (40) suami korban Anisa, di jumpai awak media ini diruangan Bogenville RSUD Tanjungpinang Sabtu (03/08) sedang menunggu istrinya, menjelaskan.”Kami warga Anambas pak, kedatangan kami ke sini untuk berkunjung lebaran kerumah kerabat dan keluarga yang tinggal di Kampung Bugis.”Katanya.

Kemudian Lanjunt Salim.”Setelah berkunjung kerumah-rumah keluarga, kami mau ke Plantar II menaiki pompong penyebrangan Tiba-tiba mesin pompon itu mati, karena baling-balingnya terlilit sampah. Kebetulan sebuah kapal kargo datang langsung menabrak pompong kami. Padahal sebelum ditabrak, dari jauh kami sudah memberikan kode dengan melambaikan tangan, mungkin karena tekongya tidak melihat kami sehingga kapal itu menabrak pompon kami.”Jelasnya sambil memelas.

korban pompong2

Korban pompong yang ditabrak KM Tri Sakti masih dirawat di RSUD Tanjungpinang, Sabtu (02/08).

Masih Salim.”Saya dan anak saya, Alhamdulillah bisa selamat tidak cidera, karena sebelum kapal itu menabrak pompon kami. Saya dengan cepat memangku anak saya, istri saya juga saya pegang, tidak lepas dari pegangan saya dan saya bawa berenang. Namun istri saya mungkin terlalu banyak terminum air laut, makanya dia lemas.”Terang Salim.

Terkait dengan kerugian yang dia alami, Salim belum mengetahuinya.”Yang jelas Handphone merk Nokia dan perhiasan berupa kalung emas dan lainnya. Saya belum tahu kerugian keseluruhanya berapa, nanti saya tanyakan sama istri saya, apabila dia sudah agak pulih, saat ini Istri saya belum bisa diajak bicara.”Tutup Salim.

Sementara Dewi mengalami jari tangan sebelah kananya patah tulang dan Handphone Nokia miliknya tidak bias dipakai, karena terkena air laut. Begitu juga dengan Andi Nurmadiyah, selain luka memar dibagian pinggang, dia juga mengalami kerugian.”Dompet saya saja yang hilang dengan uang sekitar Rp 1 juta dan KTP. Pinggang saya sebelah kanan, mungkin kena benturan.” Kata Andi Nurmadiyah.

Kemudian Salah seorang keluarga Asmiati, Andi mengatakan.”Yang banyak kerugianya, ibu Asmiati kini dia dirawat diruangan kelas 1, belum bisa diketahui kerugianya. Pasport, perhiasan dan sejumlah uang serta indititas lainya, karena semuanya di dalam tas miliknya, itu hilang.”Kata Andi yang mengaku saudara Asmiati.

Pantauan awak media ini di RSUD Tanjungpinang, keluarga korban kecelakan laut tersebut, berdatangan menjenguk, terlihat juga para Perawat RSUD sibuk melayani pasien korban kecelakaan itu dengan memberikan pertolongan, memasang slang infus ke korban.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 02 Agu 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek