' ' '
| | 1.623 kali dibaca

Tiang Listrik Yang Roboh Membuka Dugaan Korupsi PLN

Pemasangan tiang listrik di Jl Wisata Bahari yang asal-asalan sehingga tumbang dan makan korban.

Pemasangan tiang listrik di Jl Wisata Bahari yang asal-asalan sehingga tumbang dan makan korban.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kasus tewasnya Hary Purwanto (30) karena menabrak tiang listrik yangroboh di Jl Wisata Bahari, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan pada Minggu (22/11) pagi, memasuki babak baru. Robohnya tiang ini membuka dugaan korupsi proyek tiang listrik yang diduga dipasang asal-asalan alias tidak sesuai standar keamanan dan spec.

Hal ini bisa dilihat dengan pemasangan sejumlah tiang listrik disepanjang jalan Wisata Bahari yang tidak diberi semen cor dan tiang penyangga serta kabel penguat pada titik tertentu. Terutama di titik rawan longsor dan persimpangan jalan.

Karena itu, Rohmadi, salah seorang abang almarhum Hary Purwanto mendukung upaya penyidik Polres Bintan mengungkap penyebab dan pihak harus bertanggungjawab atas robohnya tiang listrik tersebut.”Sebaiknya memang diusut tuntas agar kedepannya tidak ada lagi korban yang jatuh karena tiang listrik roboh.”ucap Rohmadi, Senin (23/11).

Disinggung mengenai uang duka dari pihak PLN Bintan Timur, Rohmadi mengaku ada mendapat informasi.”Tapi besarnya, kabarnya hanya Rp 1 juta saja.”terangnya.

Pada kesempatan terpisah, Kasi Intelejen Kejari Kepri, M Rasyid SH mengakui sedang mempelajari dugaan korupsi proyek tiang listrik termasuk pemasangannya.”Kita akan mulai menyelidiki, tapi kami akan koordinasikan dulu dengan Polres Bintan agar tidak tumpang tindih.”ungkapnya pada radarkepri.com, Senin (23/11).

Hingga berita ini di unggah, media ini belum berhasil menjumpai kontraktor pelaksana proyek tiang listrik itu maupun pihak PLN guna konfirmasi dan klarifikasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 23 Nov 2015. Kategory Bintan, Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda