' '
| | 833 kali dibaca

Terkait Kemacetan, Wan Samsi Hanya Bisa Menebar Janji

Kemacetan di Jl Merdeka karena pengusah di jalur ini mengkavling jalan menjadi lahan parkir untuk kepentingan usahanya, Jumat 23 Agustus 2012. (foto by aliasar,radarkepri.com)

Kemacetan di Jl Merdeka karena pengusaha di jalur ini mengkavling jalan menjadi lahan parkir untuk kepentingan usahanya, Jumat 23 Agustus 2012. (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang,Radr Kepri-Meskipun telah disorot media ini berkali-kali kemacetan yang semakin parah. Namun, intensitas kemacetan jstru semakin bertambah dan parah. Akibatnya, Kota Tanjungpinang seperti kota tak bertuan dan tanpa aturan.

Sejumlah titik jalan di dalam kota Tanjunpinang, hingga Jum’at (23/08) masih “langganan” macet. Karena lebih dari separuh badan jalan dipakai untuk parkir kendaraan roda empat dan motor. Kondisi ini diperparah lagi oleh ulah pemilik Rumah Toko (Ruko) termasuk Bank-bank yang menyekat jalan umum untuk parkir nasabah dan pegawainya. Lihat saja sepanjang Jl Merdeka, Bank Mega, BanK CIMB dan Bank Windu termasuk hotel Furia yang memakai fasilitas umum untuk parkir tamu hotel tersebut.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi di sejumlah lokasi macet daam kota Tanjungpinang. Ternyata biang kemacetan bukan hanya karena kendaraan parkir dibadan jalan saja. Ternyata pihak Bank dan Ruko telah menguasai fasilitas umum tersebut untuk parkir. Kondisi di Jl Merdeka juga terlihat di Jl Teuku Umar, diruas jalan sepanjang hampir 200 meter ini terlihat beberapa plang larangan parkir disekitar sini, ini tempat parkir nasabah dan pegawai bank serta tamu toko.

Seorang pengguna jalan terlihat jengkel dan kesal dengan ulah pengusaha di Jl Merdeka dan Jl Tengku Umar itu.“Seharunya, petugas yang berwenang, seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian tidak membiarkan kejadian seperti ini terjadi. Sejak kepemimpinan Lis dan Sahrul, belum ada sedikit-pun membawa perubahan untuk kemacetan didalam kota Tanjungpinang ini.”Kata sumber yang tidak mau namanya ditulis itu.

Kemudian sumber yang sama menambahkan.”Padahal, Lis dan Syahrul telah memimpin sekitar 7 bulan, namun belum memperlihatkan kinerjanya yang positif terhadap masyarakat kota Tanjungpinang.”keluhnya.

Ditambahkan.”Kecauali membiarkan bumi Segantang Lada berpindah ke negeri Cina dengan marak tambang bauksit. Padahal, istrinya, Weni mau mencaleg, jika seperti ini siapa yang akan menyeblos.”kesal sumber itu lagi.

Kepala Dinas Perhubungan komunikasi Informatika, (Dishubkominfo) kota Tanjungpinang, H Drs Wan Samsi MT di konfirmasi Radar Kepri melalui pesan singkat, terkait dengan jalan yang di sekat-sekat oleh pemilik toko dan Bank Jum’at (23/08) via ponselnya, menyampaikan.”Akan ditertibkan…terimakasih atas infonye.”Tulis pria berkumis tebal ini.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 23 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek