' '
| | 2.220 kali dibaca

Terbukti Ilegal Mining, Jaksa Tahan Direktur PT BMI

Yeni (pakai kerudung) terpidana ilegal mining di pulau Kas, Kecamatan Durai, Tanjungbalai Karimun  ketika di kantor Kejari Tanjungpinang.

Yeni (pakai kerudung) terpidana ilegal mining di pulau Kas, Kecamatan Durai, Tanjungbalai Karimun ketika di kantor Kejari Tanjungpinang, Selasa (11/02).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun (Kejari Tbk) akhirnya menjebloskan Yeni Erfinda, direktur PT PT Bukit Merah Indah (BMI) ke penjara, Selasa (11/02). Yeni Erfinda merupakan terpidana illegal mining di pulau Kas, dijemput tim jaksa eksekutor yang dipimpin Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjungbalai Karimun, Leo R Hadibuwono SH bersama 4 jaksa lainnya termasuk Kasi Pidsus, Sigit Santoso SH.

Dijumpai Radar Kepri di Kejari Tanjungpinang, Sigit Santoso SH membenarkan eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung RI (MARI).”Yang bersangkutan terbukti bersalah dan dihukum selama 2 tahun penjara.”kata Sigit, sapaan akrab Sigit Santoso SH.

Dua terpidana lagi, masing-masing Manajer Teknik PT BMI, Anjas Asmara dan Manajer Lapangan La Ode Ali Basha juga akan segera di eksekusi.”Kebetulan, terpidana Yeni di Tanjungpinang. Kita koordinasi dengan Kejari Tanjungpinang. Untuk yang dua orang lagi tidak di sini (Tanjungpinang,red).”katanya.

Hingga pukul 18 00 Wib, terpidana Yeni yang merupakan rekanan Acun, seorang pengusaha tambang bauksit di Dompak, Tanjungpinang masih di Kejari Tanjungpinang.”Hari ini kita belum bisa membawa terpidana ke Tanjungbalai, kita akan titipkan dulu. Besok, baru kita bawa.”kata Sigit.

Sekilas, kegiatan penambangan PT BMI dilakukan di pulau  Kas, Kecamatan Durai, Karimun yang memiliki luas sekitar 384 kilometer persegi, dengan luas area tambang sekitar 174 hektare. Ini tentu saja melanggar UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang secara tegas melarang kegiatan penambangan pasir, minyak dan gas serta mineral. Pulau Kas termasuk pulau kecil, karena luasnya di bawah 2.000 kilometer persegi.

Tim JPU Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun mendakwa Yeni dan kawan-kawan melanggar Pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Pasal 41 UU No 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup. Pada 15 Juli 2011 silam, JPU menuntut masing-masing terdakwa hukuman kurungan selama 10 bulan dan denda Rp1 miliar subsidair 5 bulan kurungan karena telah melanggar dakwaan pertama, yaitu Pasal 158 UU No4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Majelis hakim PN Tanjungbalai Karimun membebaskan ketiganya, Majelis hakim yang diketuai Y Wisnu Wicaksono, dalam amar putusannya menyatakan, ketiganya terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bersalah melakukan penambangan di luar izin serta merusak lingkungan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 11 Feb 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek