' '
| | 979 kali dibaca

Tarian Sekapur Sirih Sambut HUT Klenteng Dharma Sasana Senggarang ke 299

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH menyampaikan sambutan dalam HUT Klenteng Dharma Sasana Senggarang ke 299

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH menyampaikan sambutan dalam HUT Klenteng Dharma Sasana Senggarang ke 299.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Usia Kota Tanjungpinang sudah memasuki 230 tahun, namun  ternyata masih jauh lebih tua usia Klenteng Dharma Sasana Senggarang yang sudah 299 tahun. Wajar saja bila masyarakat Tionghoa di Kota Tanjungpinang sudah sangat membaur dengan masyarakat melayu.

Hal ini disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah SH saat menghadiri perayaan HUT Klenteng Dharma Sasana, Selasa (01/4) di Senggarang. Walaupun seluruh warga yang hadir di perayaan HUT Klenteng tersebut mayoritas adalah warga Tionghoa, tapi budaya melayu tetap disuguhkan dalam balutan tari persembahan Sekapur Sirih, tarian khas masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. Menariknya, para penarinya juga merupakan siswa Sekolah Minggu di Yayasan Dharma Sasana yang ber-etnis Tionghoa. Wajar saja, bila Walikota sangat bangga akan masyarakat Tionghoa di Kota Tanjungpinang.

Vihara Dharma Sasana sendiri merupakan salah satu vihara tertua di Kota Tanjungpinang, bahkan di Kepri. Berarti, jauh sebelum Kota Tanjungpinang lahir, masyarakat Tionghoa Senggarang, sudah lebih dulu mendiami bumi melayu ini. Tak heran bila kekompakan warga Tionghoa dari dulu hingga sekarang sudah menghasilkan banyak kontribusi bagi pembangunan maupun kemasyarakatan di Kota Tanjungpinang.

Diakui Lis, hampir separuh pembangunan perekonomian di kota Tanjungpinang digerakkan oleh masyarakat Tionghoa. Terbukti pada saat libur Imlek misalnya, perekonomian di Kota Tanjungpinang bisa dikatakan vakum karena semua pelaku usaha yang beretnis Tionghoa tidak beraktivitas seperti biasanya.”Itu berarti, peran aktif masyarakat Tionghoa di Tanjungpinang sangat mempengaruhi pembangunan kota ini.”Kata Lis.

A Hua selaku Ketua Yayasan Dharma Sasana mengatakan, perayaan HUT Klenteng Dharma Sasana yang juga sembahyang keselamatan warga Senggarang dan sekitarnya ini akan dirayakan selama 3 hari terhitung mulai 01-03 April.

Rangkaian kegiatannya selain pentas hiburan, akan dilakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan sembako untuk 700 KK yang ada di Senggarang dan sekitarnya serta memasak 380 kg mie goreng untuk disantap bersama. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ini, Rabu (02/04).

Sementara itu, selain bakti sosial akan dilakukan pula pelelangan barang antik yang bernilai seni tinggi. Pelelangan dimaksud untuk mengumpulkan dana demi untuk membangun wilayah klenteng agar lebih rapi dan tertata lagi. Lebih lanjut dikatakan A Hua, hampir seluruh pembangunan fisik di sekitar klenteng dananya berasal dari Yayasan Dharma Sasana. Namun, atas nama seluruh warga Tionghoa di Senggarang dan sekitarnya. A Hua juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang karena telah membantu membangun infrastruktur jalan di sekitar klenteng. Sehingga warga Tiongha yang sembahyang di klenteng tersebut lebih mudah menuju lokasi klenteng.(red/hum)

Ditulis Oleh Pada Rab 02 Apr 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek