' '
| | 1.227 kali dibaca

Tangkap Lepas Ala Satpol PP Tanjungpinang Terus Berlanjut

Oknum Mahasiswi yang terjaring razia asusila oleh Satpol PP Tanjungpinang.

Oknum Mahasiswi yang terjaring razia asusila oleh Satpol PP Tanjungpinang, Rabu (04/02), namun kembali dilepas.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dua pasangan tanpa surat nikah alias kumpul kebo digerebek dan ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang di Jl Singkong, RT 04/ RW 04, Kelurahan Melayu Kota Piring, Tanjungpinang. Ironisnya, salah seorang wanita muda yang terjaring operasi asusila itu menyandang statu mahasiswi disalah satu perguruan tinggi dikota Tanjungpinang, Rabu (04/02) pagi.
Kedua pasangan kumpul kebo tersebut digelandang ke kantor Satpol PP Jl H Agus Salim, Tepi Laut Tanjungpinang untuk di data, disuruh menandatangani surat perjanjian, tidak akan mengulangi perbuatanya kembali. Namun tidak ada tindak lanjutnya, dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Kepala seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Kasi PPNS) Satpol PP kota Tanjungpinang, Andre dikonfirmasi radarkepri.com terkait dengan tindak lanjut proses hokum pada kedua pasangan luar nikah tersebut, melalui pesan singkat (SMS) menyempaikan.”Waalaikumsalam, mohon maaf pak Ali, tadi pagi saya tidak ikut pada kegiatan itu, saya di Senggarang sampai sore pak. Coba hubungi pak Om (Omrani,red) ataupak Supri, thanks.”jawab Andre melalui pesan singkat.
Kemudian awak media ini mencoba menghubungi, Kepala Bagian Ketertiban Umum (Katibum) Satpol PP kota Tanjungpinang, Omrani.”Benar, kita menggerebek 2 pasangan kumpul kebo di Jl singkong depan PT Busana. Ke-2 pasangan tersebut kita bawa kekantor dan langsung diserahkan PPNS, untuk di proses.”katanya.
Kemudian lanjut Omrani, kedua pasangan kumpul kebo tersebut diadakan pembinaan, diberi pengarahan, disuruh menanda tangani surat perjanjian, bahwa mereka tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. “Setelah itu mereka disuruh pulang kerumahnya masing-masing.”kata Omrani.
Anehnya, Andre selaku Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil tidak mengetahui tindak lanjut kasus ke 2 pasangan kumpul kebo yang di gerebek tersebut.”Jika tidak ada fungsinya selaku PPNS, untuk apa Seksi PPNS di Satpol PP itu.”tanya sumber.
Pantauan awak media ini dilapangan, selama kepemimpinan Irianto SH selaku Kepala Kesatuan Satpol PP kota Tanjungpinang, belum terlihat kinerjanya yang positif terhadap masyarakat. Sementara Pemerintah Kota Tanjungpinang, mengucurkan dana untuk menunjang kegiatan Satpol PP tersebut, mencapai 24 Milyar.”Kemana raibnya dana milyaran rupiah itu.”heran sumber.
Sumber meminta.”Inspektorat kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, untuk memeriksa Milyaran dana yang dikucurkan Pemko tersebut.”Terkesan habis sia-sia.”pinta sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 04 Feb 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda