' '
| | 798 kali dibaca

Tambang Bauksit Marak, Solar Subsidi Langka

Antrian truk pengangkut bauksit ilegal di SPBU Batu 7, Tanjungpinang.

Antrian truk yang diduga pengangkut bauksit ilegal di SPBU Batu 7, Tanjungpinang, Rabu 22 Mei 2013.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kelangkaan bahan bakar minyak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, akhir-akhir ini semakin sering terjadi di Kota Tanjungpinang. Seperti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilometer 7 pada Rabu (22/05) sekitar pukul 12 31 Wib. Terlihat puluhan mobil yang menggunakan BBM jenis Solar antri menunggu giliran untuk mendapatkan BBM. Paling banyak terlihat truck yang diduga mengangkut biji bauksit.

Awang Kecik (56) seorang nelayan yang berdomisili di kawasan teladan Tanjungpinang di jumpai media ini, Rabu (22/05) di Akau potong Lembu mengatakan.”Sangat disayangkan, petugas yang mengawasi BBM yang di monopoli oleh pengusaha penambag biji bouksit. Seharusnya, petugas yang mengawasi BBM di kota Tanjungpinang ini proaktif terhadap masyarakat kecil. Seperti kita-kita ini, karena orang seperti saya ini masyarakat kecil.”katanya.

Pantauan media ini dlapangan, sejak tambang bauksit illegal berkedok cut fill marak. Hampir seluruh SPBU di kota Tanjungpinang ini  mengalami kelangkaan BBM jenis solar. Seperti di SPBU Jl Sukarno-Hata,  SPBU batu 3 dan batu 7 serta SPBU Suka Berenang.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 23 Mei 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek