'
| | 1.193 kali dibaca

Tambang Bauksit Lingga Hancurkan Wilayah Coremap

terumbu karang

Keindahan terumbu karang di wilayah coremap desa Sekana, Linau, Kabupaten Lingga tinggal kenangan, tambang bauksit telah menghancurkan ke indahan alam bawah laut ini.

Lingga, Radar Kepri-Perusahaan tambang biji bauksit di Lingga, PT Abrian Perkasa ( PT AP) di Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara (Linau) diduga menambang di wilayah Coremap (Coral Reef Management and Rehabilitation Program) atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang.

Coremap adalah program jangka panjang yang di prakarsai oleh pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan secara lestari terumbu karang. Termasuk ekosistem laut terkait di Indonesia, yang pada gilirannya akan menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ironisnya, di kabupten  Lingga aktivitas tambang bauksit justru di lakukan di luar Kuasa Penambangan (KP) yang telah ditetapkan, masuk wilayah coremap. Terkait masalah itu, Distamben Lingga hanya dapat berjanji akan memberikan surat peringatan tanpa upaya untuk melakukan tindakan tegas.”Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT AP di dalam wilayah Coremap. Kami sudah melaporkan kepada pihak Distamben. Tapi tidak ada tindakan tegas yang dilakukan,” kata aktivis masyarakat Lingga Utara, Kahar, Minggu (10/03).

Menurut Kahar , ia telah turun ke lokasi pertambangan milik PT AP. Di lokasi ini masih jelas terlihat aktivitas penambangan itu dilakukan.”Bahkan kami juga melihat aktivitas telah sampai ke bibir pantai,” ucapnya. Dia menuturkan, selain melanggar peraturan Yang telah ditentukan pemerintah, perusahaan ini dinilainya telah mencemari sumur-sumur warga hingga sangat meresahkan masyarakat.”Belum lagi kebisingan aktivitas yang dilakukan hingga larut malam.”katanya mengulang keluhan ibu rumah tangga di daerah ini.

Sejauh ini, sambungnya, belum ada upaya Distamben Kabupaten Lingga turun ke lapangan untuk melihat aktivitas pertambangan ini. Meski telah dilaporkan, namun Distamben seakan tutup mata dengan kondisi yang terjadi.”Patut dicurigai, pihak-pihak terkait dengan aktivitas telah main mata dengan aktivitas perusahaan ini.”imbuhnya. Kadistamben, Kabupaten Lingga, Dasrul Azwir, belum memberikan tanggapan terkai hal ini. Pesan singkat yang dikirimkan belum mendapat tanggapan.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sel 12 Mar 2013. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda