' '
| | 993 kali dibaca

Tambang Bauksit Ilegal Masih Beroperasi di Tanjungpinang

Tongkang di Sei Carang

Tongkang berisi biji bauksit di Sei Carang, Kamis (14/11) diduga bauksit ditambang di kilometer 13 berdalih cut and fill.(foto by aliasar, radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kamis (14/11) siang satu unit tongkang sedang besandar di Sei Carang, sekitar 200 meter dari jembatan Gugus Engku Hamidah, Jalan Deng Celak kilometer 8 kelurahan kota Piring kecamatan Tanjungpinag Timur. Diduga tongkang tersebut sedang menunggu muatan biji bauksit hasil jarahan para “perampokan” alias penambang ilegal hasil Bumi Segantang lada ini.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi kelokasi tersebut, Kamis (14/11). Terlihat di tepi Sei Carang tongkang sedang bersandar dengan satu unit eksavator sedang mengumpulkan sisa-sisa bijih bauksit yang teronggok di sekitar lokasi itu. Terlihat pula beberapa unit mobil damtruck sedang parkir, diduga damtruck tersebut akan beroperasi malam hari.

Sepanjang sungai terlihat air yang biasanya berwarna bening dan jernih, kini sudah berubah warna menjadi warna kuning agak kemerah-merahan. Akibatnya para nelaya tradisional mengeluh karena kehilangan mata pencarian.

Sepasang lelaki yang sedang duduk-duduk dijembatan itu ketika dihampiri Radar kepri, bercerita.”Saya tinggal di dekat sini bang, saya nelayan, terkadang saya ngojek. Kalau dulu bang, sebelum tambang bauksit belum ada, untuk mencari uang sekitar, Rp 200-300 ribu itu tak susah bang. Tapi sejak tambang ini ada, susah cari makan.”keluh lelaki yang enggan menyebutkan namanya itu.

Kemudian sumber itu menambahkan.”Dulu bang, dipinggir-pinggir sungai ini banyak ikan, udang, Ketam Bangkang. Setiap harinya, saya paling kurang mendapatkanya, sekitar 5-6 kg, di kali Rp 35000. Itu kurang lebih sudah mencapai Rp 200 Ribu bang, belum ikan yang lain.”Ucapnya.

Terkait dengan sebuah tongkang yang berlabuh di Sungai Carang, yang diduga menunggu muatan bijih bauksi, hingga berita ini ditulis, Radar Kepri belum mengetahui siapa pemilik tongkang dan beberapa alat berat seta mobil Damtruck yang ada dilokasi tersebut.

Para pekerja di lokasi tongkang itu kompak menjawab tidak tahu.”Saya hanya pekerja bang, tak tahu siapa yang punya bauksit ini.”ujar seorang pekerja.

Informasi yang dihimpun media ini, diduga biji bauksit yang ditambang secara illegal itu berasal dari cut and fill (pematangan lahan) di kilometer 13 arah Kijang.”Beberapa hari lalu, mereka yang menambang di Kampung Wonosari itu menambang pagi dan siang. Tapi dip rotes warga, jadi sekarang mereka menambang malam dan langsung diantar ke Sei Carang.”sebut sumber media ini.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 14 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda