' '
| | 1.009 kali dibaca

Tambang Bauksit Ilegal Makin Merajalela

Dumptruk bermuatan biji bauksit bebas melenggang di jalan raya kilometer 12 arah Kijang, Kamis 22 Agustus 2013 (foto by aliasar,radarkepri.com)

Dumptruk bermuatan biji bauksit bebas melenggang di jalan raya kilometer 12 arah Kijang, Kamis 22 Agustus 2013 (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Aktifitas “perampokan dan penjarahan” hasil mineral di bumi Segantang Lada kembali marak. Sejumlah daerah dalam kota Tanjungpinang, seperti di Tanjung Sebauk, Sei Carang, Senggarang dan Tanjung Lanjut serta jalan menuju Kijang di kilometer 12 rusak parah. Akibat “penjarahan” hasil tambang berkedok cut and fill di kota Gurindam ini. Aparta penegak hukum  dan penguasa di Tanjungpinang tutup mata.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi kelokasi tersebut diatas, Kamis (22/08). Jalan menuju Kijang, tepat di kilometer 12 terlihat belasan dumptruk dan puluhan tuck berukuran sedang, bebas melenggang melintasi jalan umum. Akibat gilasan roda dumtruck bermuatan biji bauksit tersebut, aspal jalan yang dilintasi terlihat banyak yang retak dan pecah-pecah, bahkan berlubang.

Ketika Radar Kepri menghampiri seorang pekerja dan menanyakan siapa pemilik tambang yang diduga ilegal itu. Tiga orang laki-laki mengenakan baju kemeja lengan panjang dengan motif kotak-kotak dengan muka tertutup kain merah. Diduga operator lalu lintas dumptruk yang bertuga mengawasi mobil yang melintasi jalan, mengatakan.”Saya tidak tahu pak. Saya hanya pekerja disini.”Singkatnya.

Informasi yang diperoleh Radar Kepri dilapangan, pemilik sejumlah tambang tersebut, Seperti di Bukit Ketam, Tanjung Sebauk di tambang oleh Jimi,  sedangkan di Tanjung Lanjut, disebut nama Basri yang menambang. Kemudian rambang yang di Jembatan Gugus Engku Hamidah disebut-sebut Andi Cori. Namun, hingga hari ini, meskipun nama-nama tersebut terkesan kebal hukum.”Belum satu orangpun yang ditangkap dan ditindak secara hukum, ada kesannya penegak hukum di kota Tanjungpinang ini mandul, dan tak berpungsi.”Kata sumber media ini yang enggan menyebutkan namanya itu.

Sumber yang sama menambahkan.”Masyarakat Kota Tanjungpinag, umumnya Kepri tidak butuh penjabat yang berwibawa. Yang dibutuhkan, penjabat yang bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.”tegas sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 22 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda