' '
| | 1.527 kali dibaca

Tambang Bauksit Ilegal Makin “Menggila” di Tanjungpinang

Dumptruck makin bebas melintas di jembatan Gugus Engku Hamidah, batu 8 atas kota Tanjungpinang. Foto diambil Senin 26 Juni 2013. (foto by aliasar radarkepri.com)

Dumptruck makin bebas melintas di jembatan Gugus Engku Hamidah, batu 8 atas kota Tanjungpinang. Foto diambil Senin 26 Juni 2013. (foto by aliasar radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meskipun telah beberapa kali disorot media ini, terkait dengan perampokan hasil perut bumi berupa biji bauksit di Segantang Lada ini, Namun para penambang biji bauksit illegal semakin menggila  dalam melakukan aktivitasnya di Tanjungpinang ini. Akibatnya, hampir 70% lingkungan di daerah kota Tanjungpinang, umumnya Provinsi Kepri yang dulunya rindang dengan pohon. Kini, sejauh mata memandang yang terlihat seperti tanah berwarna  dan tandus tanpa sebatang-pun pohon.

Hal ini terlihat di saat media ini melakukan invstigasi ke daerah yang di sebut-sebut terlihat tandus akibat di keruk oleh para sejumlah perampok biji bauksit. Seperti terlihat di bukit Ketam, Tanjung Sebauk, Kampung Madong, Sei Carang dan Sei Timun, Senggarang. Di daerah tersebut, hanya sekitar 25% saja yang di tumbuhi kayu. Sisanya, terlihat menguning agak kemerah- merahan akibat di keruk oleh “perampok” biji bauksit berkedok cut and fill.

Begitu juga dengan daerah pulau Dompak, seperti Dompak Laut, Tanjung Ayun, Tanjung Lanjut dan Tanjung Siambang. Terlihat, hampir seluruh tanah di pulau tempat Gubernur Kepri berkantor sudah menguning agak kemerah-merahan, akibat pengusaha tambang yang mendapat ijin dari Tuhan.

Bukan hanya jalan umum saja yang rusak berat akibat ”dilanyak” ban dumptruk. Jembatan I, II dan III yang menghubungkan pulau Dompak dan pulau Bintan. Juga terancam ambruk akibat bebasnya damptruck tersebut melintasi jembatan dan jalan tersebut.

Anehya, para penegak hukum di negeri ini sepertinya tutup mata, seakan-akan sengaja membiarkan para “perampok” hasil perut bumi ini. Buktinya, hingga hari ini, Senin (24/06) belum sedikit-pun ada tindakan dari penegak hukum kepada para penjahat lingkungan ini. Sehingga para penjarah biji bauksit tersebut, masih saja dengan leluasa melakukan aktifitasnya memakai jalan umum.

Dumptruck makin bebas melintas di jalan umum batu 8 atas kota Tanjungpinang. Foto diambil Senin 26 Juni 2013. (foto by aliasar radarkepri.com)

Dumptruck makin bebas melintas di jalan umum batu 8 atas kota Tanjungpinang. Foto diambil Senin 26 Juni 2013. (foto by aliasar radarkepri.com)

Padahal jalan yang dilintasi oleh damptruck bermuatan hasil rampokan itu, sudah banyak yang hancur dan berlubang. Jika musim hujan, jalan menjadi becek. Jika musim panas, debu berterbangan. Shingga pengguna jalanlainya terganggu sementara di jalan yang dibangun dengan uang rakyat. Namun para penambang yang menghancurkan jalan tersebut masih bebas tak terjamah hukum.

Meskipun beberapa waktu lalu Gubernur Kepulauan Riau H Muhamad Sani telah menyetop truk yang melintas di Jalan dan jembatan Dompak. Namun para penambang illegal di Dompak,  tetap saja menjalankan aktifitasnya. Mungkinkah karena Gubernur Kepri sudah uzur sehingga para “penjahat” ekonomi itu tidak menggubriskan “gertakan” orang nomor satu di Kepri ini.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 24 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek