' '
| | 1.032 kali dibaca

Tambang Bauksit Ilegal Kembali Marak di Tanjungpinang

Tongkan di Sei Carang sedang memuat bauksit.

Tongkang di Sei Carang sedang memuat bauksit, Senin (23/12). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Menjelang tahun baru 2014, para “perampok dan penjarah” hasil mineral perut bumi Segantang Lada berupa bijih bauksit berdalih cut and fill semakin “menggila”. Di sejumlah lokasi, mulai dari komplek perumahan Lembah Asri, batu 9, hingga Sei Carang dan Tanjung Lanjut, para gerombolan “maling” ini makin berlomba-lomba mengeruk batu bauksit.

Hal ini terlihat ketika awak media ini melakuan investigasi kesejumlah lokasi tersebut diatas, Senin (23/12). Terlihat di bawah jembatan Engku Hamidah Jl Daeng Celak sekitar 300 meter dari belakang RSU P, 2 unit tongkang sedang bersandar di kiri kanan jembatan tersebut.

Begitu juga di jembatan Tanjung Lanjut, satu unit tongkang juga bersandar disekitar 400 meter dari jembatan itu. Di perkirakan malam ini, ketiga unit tongkang tersebut akan loading untuk memuat hasil “jarahannya” untuk di jual  ke negeri China.

Selain itu, terlihat daerah bekas “jarahan” penambang illegal ini sudah berubah warna. Dulunya daerah ini rindang dengan perpohonan, kini sudah menjadi warna merah agak kekuning-kuningan. Bukan hanya itu saja, jalan umum yang dibangun dengan uang rakyat-pun tak luput dari kehancuran akibat gilasan ban truck bermuatan bijih bauksit.

Tongkang di Tanjung Lanjut yang sedang menunggu muatan bauksit.

Tongkang di Tanjung Lanjut yang sedang menunggu muatan bauksit, Senin (23/12). (foto by aliasar,radarkepri.com)

Sumber media ini menyebutkan.”Mungkin malam ini mereka ini loading bang, karena puluhan truck berlomba-lomba membawa bijih bauksit. Dari Lembah Asri kilometer 9 ke lokasi dimana tongkang yang berlabuh dibawah jembatan itu bang.”Bisik sumber media ini yang tidak mau namanya ditulis, ketika dijumpai awak media ini di jembatan Engku Hamidah, Senin (23/12)

Anehnya, meskipun marak diberitakan oleh media ini, terkait dengan penambangan illegal yang meluluh lantakan daerah Segantang Lada ini. Namun pihak penegak hukum dan intasi terkait lainya tetap saja berdiam diri atau tutup mata.

Sementara setelah penambang illegal mengeruk bijih bauksit.”Lahan tidak di timbun kembali, meninggalkan lubang-lubang bekas galian.”Ucap sumber.

Masih sumber yang sama.”Seharusnya setelah di gali. Timbun kembali dong, juga di hijaukan,  jangan dibiarkan begitu saja. Itu namanya mereka makan nangka, kita-kita ini yang kena getahnya.”Ujar sumber itu lagi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 24 Des 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda